TIMES BONDOWOSO, BONDOWOSO – Kelangkaan elpiji 3 kilogram yang dikeluhkan sebagian warga Kabupaten Bondowoso dipastikan bukan disebabkan kekurangan kuota. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan pasokan gas bersubsidi tersebut masih dalam kondisi aman, meski terjadi peningkatan kebutuhan di masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat menyampaikan, pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Pertamina serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) guna memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram di wilayah Bondowoso.
“Hasil koordinasi kami dengan Pertamina dan Hiswana Migas menunjukkan kuota elpiji 3 kilogram masih mencukupi. Namun, ada lonjakan permintaan dari masyarakat,” ujar Agung, Selasa (28/1/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Bondowoso mengambil langkah antisipatif dengan mengajukan penambahan kuota elpiji 3 kilogram untuk dua bulan ke depan. Permintaan tambahan kuota itu telah disampaikan secara resmi melalui surat kepada Pertamina.
Agung menjelaskan, Pemkab bahkan mengajukan penambahan kuota hingga dua kali lipat untuk periode Februari dan Maret. Dari kuota normal, pemerintah daerah meminta tambahan sebesar 100 persen atau sekitar 1.500 metrik ton setiap bulannya.
“Langkah ini kami tempuh agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan tidak menimbulkan kepanikan di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Polres Bondowoso turut memastikan bahwa distribusi elpiji 3 kilogram berjalan lancar dan tidak mengalami kendala.
Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke jalur distribusi.
Berdasarkan hasil pemantauan, penyaluran elpiji 3 kilogram dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Bondowoso ke 10 agen mencapai 20.720 tabung per hari.
Selain itu kata dia, pasokan dari Depo LPG Banyuwangi ke Bondowoso tercatat sekitar 65.000 kilogram per hari.
“Pengiriman dilakukan setiap hari dan sejauh ini tidak ada kendala teknis dalam proses distribusi,” pungkas Bobby. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Imadudin Muhammad |