Tradisi Ter Ater di Bondowoso, Menguatkan Silaturahmi Keluarga Saat Lebaran
TIMES Bondowoso/Ilustrasi - ter ater atau berbagi makanan ke rumah keluarga saat momen Lebaran di Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Tradisi Ter Ater di Bondowoso, Menguatkan Silaturahmi Keluarga Saat Lebaran

Momen Idulfitri tidak hanya identik dengan saling memaafkan, tetapi juga berbagai tradisi khas yang masih terjaga di tengah masyarakat. Salah satunya adalah tradisi ter ater.

TIMES Bondowoso,Jumat 20 Maret 2026, 08:34 WIB
510
M
Moh Bahri

BONDOWOSOMomen Idulfitri tidak hanya identik dengan saling memaafkan, tetapi juga berbagai tradisi khas yang masih terjaga di tengah masyarakat. Salah satunya adalah tradisi ter ater.

Di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Bondowoso, tradisi ter ater merupakan kebiasaan membawa atau mengantarkan makanan ke rumah keluarga dan kerabat saat Lebaran. 

Tradisi ini banyak dijumpai di kalangan masyarakat Madura yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Bondowoso.

Dalam bahasa Madura, ter ater berarti mengantarkan sesuatu. Pada momen Lebaran, masyarakat biasanya menyiapkan berbagai hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, hingga kue-kue Lebaran. 

Makanan khas lebaran tersebut kemudian biasanya dibawa ke rumah keluarga, tetangga, maupun kerabat dekat.

Salah seorang tokoh NU di Bondowoso, Haryono, tradisi ter ater biasanya dilakukan sejak hari pertama Idul Fitri hingga beberapa hari setelahnya.

“Bahkan ada yang sudah melakukan ter ater ini beberapa hari sebelum lebaran. Waktu yang dibutuhkan ter ater ini tergantung pada jumlah keluarga yang akan didatangi. Semakin banyak semakin lama, bahkan ada yang berminggu-minggu,” paparnya. 

Menurutnya, makanan yang dibawa umumnya ditata dalam wadah atau rantang, lalu diantar langsung saat bersilaturahmi.

Bagi masyarakat, ter ater bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan mempererat hubungan kekeluargaan.

“Dengan saling mengunjungi sambil membawa hidangan, hubungan antaranggota keluarga maupun tetangga menjadi semakin dekat,” paparnya, Sabtu (14/3/2026). 

Menurutnya, di semua desa di Bondowoso, tradisi ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun yang terus dijaga oleh masyarakat.

Anak-anak hingga orang dewasa ikut terlibat, baik membantu menyiapkan makanan maupun mengantarkannya ke rumah saudara.

Selain mempererat silaturahmi, tradisi ini juga dinilai mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial.

“Melalui ter ater, masyarakat dapat saling berbagi rezeki sekaligus menjaga kehangatan hubungan di tengah suasana Lebaran,” ungkapnya. 

Meski zaman terus berkembang kata dia, tradisi ter ater harus tetap lestari. Bagi banyak keluarga, kebiasaan ini menjadi bagian penting dari perayaan Lebaran yang tidak boleh terlewatkan.

“Tradisi sederhana ini menjadi pengingat bahwa makna Lebaran tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kebersamaan dan berbagi dengan sesama,” pungkasnya. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.