Taman Lalu Lintas di Bondowoso Tak Terawat karena Terkendala Anggaran
Kondisi Taman Lalu Lintas Badean memprihatinkan. Sejumlah fasilitas di ruang edukasi yang berada di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, itu mengalami kerusakan
BONDOWOSO – Kondisi Taman Lalu Lintas Badean memprihatinkan. Sejumlah fasilitas di ruang edukasi yang berada di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, itu mengalami kerusakan, padahal sejak awal dirancang sebagai sarana pembelajaran tertib berlalu lintas bagi anak-anak.
Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan beberapa infrastruktur tidak lagi layak pakai. Lampu taman terlihat roboh, cat pada rambu-rambu lalu lintas memudar, dan spanduk informasi mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat taman jarang dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk kegiatan edukasi.
Kepala Dinas Perhubungan Bondowoso, Sigit Purnomo menjelaskan, taman tersebut memang ditujukan sebagai media pembelajaran sejak usia dini. Tujuannya, menanamkan kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas kepada anak-anak sebagai bekal di masa depan.
Menurutnya, langkah edukasi ini penting mengingat angka kecelakaan lalu lintas masih relatif tinggi. Penanaman nilai disiplin berkendara sejak dini dinilai menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif.
Namun demikian, ia mengakui pemeliharaan taman menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan anggaran. Selain perawatan rutin, fasilitas penunjang seperti kendaraan mini, alat peraga, hingga sarana simulasi masih belum terpenuhi secara optimal akibat efisiensi anggaran.
Ke depan, pihaknya berupaya mencari alternatif pengelolaan melalui pendekatan kolaboratif pentaheliks.
“Skema ini membuka peluang keterlibatan berbagai pihak, mulai dari akademisi, institusi pendidikan, hingga media, agar pengelolaan taman tidak sepenuhnya bergantung pada APBD,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono menekankan, taman lalu lintas memiliki fungsi utama sebagai sarana edukasi, bukan sekadar tempat rekreasi.
“Kami menilai kondisi fasilitas yang kurang terawat menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah,” jelasnya, Selasa (17/3/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut mendorong agar setelah fasilitas dilengkapi, taman dapat dimanfaatkan melalui kunjungan terjadwal oleh sekolah-sekolah.
Ia juga menilai perlu adanya perencanaan matang terkait pengelolaan aset publik agar manfaatnya tetap optimal.
“Tujuan pembangunan dan strategi pemeliharaan harus dirumuskan secara jelas agar nilai guna fasilitas tidak terus menurun,” pungkasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

