https://bondowoso.times.co.id/
Berita

Wamendukbangga Soroti Bahaya Child Grooming, Ancaman Serius bagi Ketahanan Keluarga

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:06
Wamendukbangga Soroti Bahaya Child Grooming, Ancaman Serius bagi Ketahanan Keluarga Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. ANTARA

TIMES BONDOWOSO, JAKARTA – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan bahwa praktik child grooming atau manipulasi psikologis terhadap anak oleh pelaku kekerasan seksual merupakan persoalan sosial yang harus ditangani secara kolektif.

“Isu ini bukan sekadar persoalan individual, melainkan persoalan sosial yang menyentuh langsung jantung ketahanan keluarga serta masa depan anak-anak dan remaja kita,” ujar Isyana saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Perhatian publik terhadap praktik child grooming semakin menguat setelah aktris Aurelie Moremans menerbitkan buku berjudul Broken Strings yang memuat memoar pengalamannya sebagai korban child grooming dalam perjalanan kariernya. Isyana menilai fenomena ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan serta kesehatan mental anak dan remaja, terutama di tengah meluasnya ruang interaksi digital dan melemahnya fungsi perlindungan keluarga.

Menurut Isyana, modus child grooming kerap berlangsung secara tersembunyi melalui pendekatan emosional dan pembentukan relasi semu. Karena itu, praktik ini sering kali sulit dikenali sejak dini, bahkan di lingkungan yang selama ini dianggap aman, seperti rumah, sekolah, maupun komunitas sosial.

Child grooming ini bentuk manipulasi yang menyasar kerentanan anak dan remaja. Kasus ini dapat dipahami sebagai proses manipulasi yang dilakukan pelaku terhadap anak dan remaja dengan tujuan mengeksploitasi korban,” katanya.

Kerentanan terhadap praktik child grooming semakin besar ketika komunikasi dan kelekatan emosional dalam keluarga tidak terbangun secara optimal. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah pemuda di Indonesia mencapai sekitar 65,82 juta jiwa atau hampir seperempat dari total penduduk.

Kelompok usia tersebut berada pada fase krusial dalam pembentukan karakter, identitas diri, dan kesehatan mental. Karena itu, mereka membutuhkan dukungan serta pendampingan yang konsisten dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Minimnya dialog terbuka, dukungan emosional, dan keterlibatan orang tua berpotensi melemahkan peran keluarga sebagai ruang aman utama bagi remaja, sekaligus membuka celah bagi pihak-pihak yang memanfaatkan kebutuhan anak akan perhatian, penerimaan, dan rasa aman.

Sementara itu, Psikolog Ferlita Sari menegaskan bahwa dampak child grooming bersifat jangka panjang dan meninggalkan luka psikologis yang mendalam bagi korban. “Dampak grooming ini bukan hanya saat kejadian berlangsung, tetapi tetap ada setelah kasus selesai karena sifatnya sangat traumatik,” ujarnya.

Menurut Ferlita, child grooming tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan gawai atau teknologi digital, melainkan bekerja pada ranah emosi dan kepercayaan anak. Pelaku biasanya membangun kedekatan emosional secara bertahap hingga korban sulit menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam situasi manipulasi. (*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bondowoso just now

Welcome to TIMES Bondowoso

TIMES Bondowoso is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.