TIMES BONDOWOSO, BANTUL – Seorang wisatawan asal Kazakhstan bernama Darkhan Bauver (20), nyaris menjadi korban keganasan ombak Pantai Parangtritis, Kretek, Kabupaten Bantul pada Sabtu (28/2/2025) sekira pukul 10.55 WIB.
Beruntung, tim penyelamat dari SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis dan komunitas surfing setempat berhasil mengevakuasinya dalam keadaan selamat.
Peristiwa bermula ketika seorang anggota komunitas surfing Pantai Parangtritis melihat Darkhan melambaikan tangan meminta pertolongan.
Salah satu anggota SAR, Rodhiva Wahyu Widho Santosa (24), yang baru saja selesai berselancar, langsung merespons setelah mendengar teriakan rekannya.
Upaya penyelamatan pun dilakukan dengan melibatkan anggota komunitas surfing dan tim SAR.
Rodhiva, yang juga menjabat sebagai Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, menjelaskan bahwa Darkhan tiba di Pantai Parangtritis sekitar pukul 10.00 WIB dan mulai berenang.
Namun, tanpa disadari, ia memasuki area rip current (arus balik) yang kuat hingga terseret ombak dan kesulitan kembali ke tepi pantai.
"Alhamdulillah, korban selamat. Ia berencana melanjutkan perjalanan ke Kota Yogyakarta sebelum kembali ke Kazakhstan pada 5 Maret 2025," ujar Rodhiva.
Kasus wisatawan terseret arus di Pantai Parangtritis bukanlah yang pertama kali terjadi. Oleh karena itu, wisatawan, terutama yang berasal dari luar negeri, diimbau untuk selalu memperhatikan rambu peringatan dan tidak berenang di zona berbahaya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Terseret Arus di Pantai Parangtritis, Turis Asal Kazakhstan Berhasil Diselamatkan
Pewarta | : Edy Setyawan |
Editor | : Ronny Wicaksono |