Dishub Bondowoso Kekurangan Jukir tapi Tak Bisa Tambah SDM
Juru Parkir di Alun-alun Bondowoso saat menyebrangkan orang. Jumlah Jukir di Bondowoso kian berkurang (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Dishub Bondowoso Kekurangan Jukir tapi Tak Bisa Tambah SDM

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso tengah menghadapi persoalan serius berupa berkurangnya jumlah juru parkir (jukir), di saat target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir justru terus meningkat.

TIMES Bondowoso,Rabu 6 Mei 2026, 11:32 WIB
549
M
Moh Bahri

BondowosoDinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso tengah menghadapi persoalan serius berupa berkurangnya jumlah juru parkir (jukir), di saat target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir justru terus meningkat. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu munculnya jukir liar jika tidak segera ditangani.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Bondowoso, Rubiyanto menjelaskan, saat ini terdapat kekurangan 14 jukir dari jumlah ideal, sehingga sejumlah titik parkir tidak dapat terlayani secara maksimal.

“Sekarang kita minus 14 orang. Ada 14 titik parkir yang tidak terlayani. Tahun ini pertengahan nanti ada lagi yang pensiun tiga orang,” kata Rubiyanto, Rabu (6/5/2026).

Ia menyebut kebutuhan ideal jukir mencapai 135 orang, namun jumlah yang tersedia saat ini hanya 119 personel. Dalam waktu dekat, angka tersebut diperkirakan kembali menurun seiring adanya tambahan pegawai yang memasuki masa pensiun.

“Nanti jadi 116 orang, lalu tahun depan ada sembilan lagi yang pensiun. Lama-lama bisa habis jukir kita,” ujarnya.

Rubiyanto menambahkan, Dishub tidak memiliki ruang untuk merekrut tenaga baru karena terbatas regulasi kepegawaian. Di sisi lain, beban pelayanan parkir terus bertambah mengikuti peningkatan target PAD setiap tahun.

“PAD kita terus naik, tapi SDM untuk memungut parkir justru menyusut. Ini yang membuat kami kewalahan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan adanya potensi menjamurnya jukir liar di titik-titik yang tidak terjangkau petugas resmi.

“Yang saya khawatirkan nanti banyak jukir liar. Ini yang harus diantisipasi,” tegasnya.

Untuk tahun 2026, target PAD dari sektor parkir ditetapkan sebesar Rp4,725 miliar dari parkir berlangganan dan Rp205,25 juta dari parkir tepi jalan. 

Sementara itu, skema parkir badan jalan yang baru diterapkan ditargetkan menyumbang Rp10 juta.

Rubiyanto berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah strategis guna mengatasi keterbatasan sumber daya manusia tersebut, sehingga pelayanan parkir tetap optimal dan potensi kebocoran pendapatan daerah dapat ditekan.

“Masalah ini sudah kami sampaikan ke Sekda. Harapannya ada kebijakan yang bisa menjawab kekurangan personel ini,” pungkasnya. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.