Berbagi pada Tunawisma, Gerakan Pemuda Bondowoso Ini Ingin Menumbuhkan Budaya Peduli
Ketika sebagian besar warga mulai terlelap, sejumlah anak muda justru memilih menyusuri sudut-sudut Kota Bondowoso. Bukan untuk sekadar menikmati suasana malam, melainkan membawa makanan dan bantuan.
BONDOWOSO – Ketika sebagian besar warga mulai terlelap, sejumlah anak muda justru memilih menyusuri sudut-sudut Kota Bondowoso. Bukan untuk sekadar menikmati suasana malam, melainkan membawa makanan dan bantuan untuk mereka yang masih bertahan hidup dan beraktivitas di jalanan.
Kegiatan tersebut digelar komunitas Pembersatu bersama PT Tani InD Indonesia dan BAMIN (Barisan Mas Amin) pada Jumat (4/9/2026) mulai pukul 23.00 WIB.
Sejumlah titik di kawasan perkotaan menjadi sasaran kegiatan. Para peserta mendatangi warga yang mereka temui, menyerahkan bantuan secara langsung, sekaligus menyempatkan diri berbincang dan menyapa.
Suasana malam yang biasanya lengang pun berubah menjadi ruang perjumpaan antara para relawan dan masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Muhammad Rafi, Ketua Komunitas Pembersatu mengatakan, kegiatan tersebut bukan semata tentang bantuan yang diberikan. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan kepedulian dan mengajak anak muda agar tidak menutup mata terhadap persoalan sosial yang ada di lingkungan sekitar.
Menurutnya, kegiatan tersebut lahir dari keinginan pemuda Bondowoso untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama.
“Kegiatan berbagi ini tidak ditunggangi oleh kepentingan satu atau dua golongan. Ini murni keterpanggilan hati pemuda Bondowoso yang ingin berbuat baik bagi Bondowoso,” pada TIMES Indonesia, Senin (7/9/2026).
Kolaborasi itu juga mendapat sambutan dari Yusuf Eko Prasetyo, CEO PT Tani InD Indonesia. Menurutnya, kegiatan sosial semacam itu dapat menjadi awal terbentuknya gerakan kepedulian yang dilakukan secara konsisten.
Ia berharap kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, dan kelompok masyarakat tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan saja.
“Kegiatan berbagi ini tidak ditunggangi oleh suatu kepentingan atau gerakan apapun. Ini murni keterpanggilan hati kami selaku pengusaha yang ingin berbuat baik dan menebar manfaat bagi masyarakat Bondowoso. Semoga ini menjadi agenda rutin kami bersama teman-teman,” ungkap Yusuf.
Apresiasi juga datang dari Mas Amin. Tokoh PP Kauman tersebut menilai, langkah yang dilakukan Pembersatu menunjukkan bahwa anak muda memiliki ruang besar untuk mengambil peran dalam persoalan sosial di daerah.
Menurutnya, energi anak muda akan menjadi kekuatan positif apabila diarahkan pada kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Ia secara khusus mengapresiasi Rafi dan rekan-rekannya di Pembersatu yang aktif menggelar berbagai kegiatan, mulai dari sosial kemasyarakatan, pendidikan, budaya hingga literasi.
“Berbagai aktivitas tersebut, tidak hanya menghadirkan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi menciptakan iklim positif dalam membangun sumber daya manusia di Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

