Pemkab Bondowoso Perbaiki 134 Titik Jalan Melalui Program Rantas 2026
Bondowoso jalankan program RANTAS 2026: perbaikan 134 ruas jalan di 23 kecamatan sepanjang 31,46 km lewat DAU, di tengah DAK minim dan fiskal tertekan, dengan dorong gotong royong warga.
BONDOWOSO – Sebanyak 134 ruas jalan di Kabupaten Bondowoso dijadwalkan mendapat penanganan melalui program RANTAS (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas) sepanjang tahun 2026.
Program yang menjadi janji politik Bupati Hamid-Wabup As'ad ini tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso harus menyesuaikan skala prioritas pembangunan, menyusul minimnya Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tahun ini hanya dialokasikan sebesar Rp1,2 miliar, itupun difokuskan untuk sektor sanitasi dan penanganan stunting.
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi menjelaskan, hingga akhir Maret 2026, aktivitas pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor jalan, tetap berlangsung. Fokus utama saat ini adalah pemeliharaan yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.
Menurutnya, penanganan jalan terbagi dalam tiga kategori, yakni rekonstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan. Dari ketiganya, pemeliharaan menjadi kegiatan yang paling intens dilakukan sejak awal tahun.
“Pemeliharaan jalan terus berjalan. Jadi meskipun ini sudah memasuki akhir triwulan pertama, bukan berarti tidak ada pekerjaan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Fathur menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menghentikan upaya pembangunan. Pemerintah daerah tetap berupaya menjalankan program sesuai kemampuan keuangan yang ada.
Ia mengungkapkan, kondisi fiskal Bondowoso saat ini cukup tertekan akibat berkurangnya dana transfer ke daerah, baik melalui skema TKD maupun TKDD.
Dampaknya, tidak ada alokasi DAK fisik untuk sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, irigasi, maupun infrastruktur jalan.
“DAK fisik tahun ini memang tidak ada untuk sektor-sektor tersebut. Yang tersedia hanya untuk sanitasi dan stunting sebesar Rp1,2 miliar,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Bondowoso mendorong kolaborasi dengan masyarakat. Partisipasi warga dalam memperbaiki jalan secara swadaya dinilai sebagai bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.
“Ini hal positif. Kalau bisa, kita lakukan bersama-sama. Karena pembangunan tidak hanya soal fisik, tapi juga kebersamaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori menyebutkan bahwa perbaikan 134 titik jalan tersebar di 23 kecamatan dengan total panjang mencapai 31,46 kilometer.
Penanganan yang dilakukan meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan sumber pendanaan berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU).
“Dengan intervensi di 134 titik ini, sisa jalan yang masih dalam kondisi rusak tercatat sepanjang 305,58 kilometer,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

