Polije Perkuat Standar Produksi Hoogland Coffee untuk Buka Jalan ke Pasar Ekspor
Bagi Hoogland Coffee, pembenahan dari sisi produksi, keamanan pangan, dan teknologi menjadi bagian dari upaya memperbesar peluang kopi olahan lokal memasuki pasar yang lebih luas hingga internasional.
Bondowoso – Langkah Hoogland Coffee, Kabupaten Bondowoso, menuju pasar ekspor diperkuat melalui pembenahan sistem produksi, keamanan pangan, dan teknologi pengolahan kopi.
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat tim dosen Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije).
Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2026 itu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing UMKM kopi agar lebih siap menghadapi tuntutan pasar nasional maupun internasional.
Pendampingan tidak hanya menyentuh peralatan produksi. Tim Polije memfokuskan program pada tiga aspek, yakni penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), penyusunan dan penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta penggunaan mesin coffee huller untuk meningkatkan efisiensi pengolahan kopi.
Langkah tersebut dimulai dengan melihat langsung proses produksi di Hoogland Coffee. Tim mengevaluasi setiap tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penanganan produk hingga pengemasan.
Evaluasi dilakukan untuk memetakan kondisi produksi sekaligus menemukan bagian yang perlu diperbaiki agar proses pengolahan memenuhi prinsip higiene, sanitasi, mutu, dan keamanan pangan.
Dari hasil evaluasi tersebut, tim kemudian menyusun dokumen GMP dan HACCP yang disesuaikan dengan kondisi operasional Hoogland Coffee. Pendampingan mencakup identifikasi potensi bahaya, penentuan titik kendali kritis, penyusunan prosedur operasional, hingga peningkatan pemahaman tenaga kerja mengenai keamanan pangan.
Bagi UMKM kopi yang ingin masuk pasar lebih luas, pembenahan tersebut menjadi bagian penting karena kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh cita rasa. Konsistensi proses produksi, kebersihan, keamanan pangan, dan kemampuan memenuhi standar juga menjadi bagian dari kesiapan usaha.
Selain membenahi sistem produksi, Polije juga menerapkan teknologi tepat guna berupa mesin coffee huller.
Mesin tersebut digunakan untuk mempercepat proses pengupasan kulit tanduk kopi sehingga tahapan pascapanen dapat berlangsung lebih efisien. Penerapannya diharapkan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengurangi beban kerja tenaga operasional.
Teknologi tersebut juga diarahkan untuk membantu menjaga konsistensi hasil pengolahan kopi. Dengan demikian, peningkatan kapasitas produksi dapat berjalan bersama dengan upaya menjaga mutu produk.
Mitra Hoogland Coffee, Muhammad Hermansyah, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan tim Polije. Menurutnya, manfaat program tidak hanya dirasakan dari penggunaan mesin, tetapi juga dari pemahaman baru mengenai sistem keamanan pangan.
“Pendampingan dari tim Politeknik Negeri Jember sangat membantu kami dalam memperbaiki sistem produksi secara menyeluruh. Tidak hanya mendapatkan mesin huller yang mempercepat proses pengolahan, kami juga memperoleh pendampingan penerapan GMP dan HACCP yang menjadi bekal penting untuk memenuhi persyaratan pasar ekspor,” ungkap Hermansyah.
Ia optimistis pembenahan tersebut dapat menjadi bagian dari langkah Hoogland Coffee mengembangkan usaha ke pasar internasional.
“Kami optimistis langkah ini akan mempercepat pengembangan usaha Hoogland Coffee ke tingkat internasional,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua tim pengabdian, Shinta Widyaningtyas, mengatakan peningkatan daya saing UMKM kopi membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.
Menurutnya, teknologi perlu berjalan bersama sistem produksi dan manajemen mutu agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
“Teknologi akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung oleh sistem produksi yang baik. Melalui kegiatan ini kami ingin membantu Hoogland Coffee menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan konsisten sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun internasional,” jelas Shinta.
Ia mengatakan perguruan tinggi memiliki peran untuk menjembatani pengetahuan, teknologi, dan inovasi dengan kebutuhan dunia usaha. Melalui pendampingan secara langsung, hasil pengembangan di lingkungan perguruan tinggi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi pelaku usaha.
Program di Hoogland Coffee selanjutnya diharapkan tidak berhenti pada penggunaan mesin maupun penyusunan dokumen GMP dan HACCP. Sistem yang telah dibangun perlu diterapkan secara konsisten dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Dengan cara tersebut, peningkatan kapasitas produksi diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan mutu, keamanan pangan, dan kesiapan memenuhi tuntutan pasar.
Melalui program tersebut, Politeknik Negeri Jember memperkuat kontribusinya dalam mendampingi UMKM melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra.
Bagi Hoogland Coffee, pembenahan dari sisi produksi, keamanan pangan, dan teknologi menjadi bagian dari upaya memperbesar peluang kopi olahan lokal memasuki pasar yang lebih luas hingga internasional.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

