Sempat Rusak karena Bencana, Perpustakaan SDN Sumbersalam 2 Bondowoso Siap Digunakan
Perpustakaan SDN Sumbersalam 2 di Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, yang sempat ambruk akibat hujan deras kini telah selesai direhabilitasi.
BONDOWOSO – Perpustakaan SDN Sumbersalam 2 di Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, yang sempat ambruk akibat hujan deras pada Februari 2026, kini telah selesai direhabilitasi dan siap kembali dimanfaatkan untuk kegiatan belajar siswa.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan proses rehabilitasi telah mencapai 100 persen. Perbaikan dilakukan menggunakan bantuan dana dari BPBD Provinsi Jawa Timur senilai Rp69 juta. "Fisiknya 100 persen," katanya.
Ia menjelaskan, rehabilitasi meliputi penggantian dan perbaikan atap bangunan, pembenahan lantai, pemasangan pintu, hingga pengecatan ulang dinding sehingga bangunan kembali layak digunakan.
Menurut Kristianto, BPBD Bondowoso mengusulkan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana kepada BPBD Provinsi Jawa Timur, karena mekanisme penggunaan anggaran daerah membutuhkan proses yang lebih panjang. Namun, persetujuan bantuan tetap bergantung pada hasil asesmen pemerintah provinsi.
"Kalau ada kerusakan akibat bencana, kami bisa mengajukan ke provinsi. Nanti provinsi yang menentukan berdasarkan hasil asesmen dan tingkat urgensinya," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Ia mengungkapkan, terdapat tiga fasilitas pendidikan di Bondowoso yang diajukan untuk memperoleh bantuan rehabilitasi, yakni TK NU di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, SDN Sumbersalam 2 di Kecamatan Tenggarang, serta Pondok Pesantren Nurud Dhalam di Kecamatan Wringin.
Dari hasil penilaian, SDN Sumbersalam 2 dinilai sebagai lokasi yang paling mendesak sehingga lebih dahulu memperoleh bantuan rehabilitasi.
Meski demikian, dua lembaga pendidikan lainnya juga telah mendapat dukungan penanganan melalui bantuan dari Baznas dan BPBD Bondowoso.
Sementara itu, Kepala SDN Sumbersalam 2, Molyadi, menyampaikan rehabilitasi dimulai sejak 24 Juni 2026 dengan memanfaatkan masa libur sekolah agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar. Saat ini seluruh pekerjaan telah rampung.
Ia memastikan ruangan tersebut akan kembali difungsikan sebagai perpustakaan sekolah. Buku-buku yang sebelumnya berhasil diselamatkan akan ditata kembali, sedangkan rak buku yang rusak akan diperbaiki secara swadaya oleh para guru.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD, Dinas Pendidikan, dan Bupati Bondowoso yang telah memfasilitasi sehingga perbaikan ini mendapat perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur," ujar Molyadi.
Diketahui, bangunan perpustakaan yang dibangun sekitar tahun 2013 itu roboh pada 23 Februari 2026 setelah atap yang telah lapuk tidak mampu menahan derasnya hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun aktivitas perpustakaan sempat terhenti hingga proses rehabilitasi selesai dilakukan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

