TIMES Bondowoso/Barang-barang milik OPM yang diamankan TNI usai baku tembak terjadi di kawasan Yahikumo, Papua, Senin (15/6/2025) (FOTO: ANTARA/Ho-Pusat Penerangan Mabes TNI)

Markas Besar TNI menggelar operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya di Kampung Aleleng, Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan

TIMES Bondowoso,Selasa 17 Juni 2025, 14:17 WIB
529.8K
A
Antara

JAKARTAMarkas Besar TNI menggelar operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya di Kampung Aleleng, Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (16/6/2025).

Operasi ini dilakukan sebagai respons atas tindakan brutal kelompok tersebut, termasuk penyerangan terhadap pekerja pembangunan gereja di Wamena dan aktivitas perusakan hutan yang digunakan sebagai ladang ganja ilegal.

“TNI hadir untuk menghentikan teror dan memulihkan rasa aman masyarakat,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Kristomei Sianturi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Menurut Kristomei, operasi bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan keberadaan empat anggota OPM di sebuah honai di Kampung Ligima. Sekitar pukul 00.14 WIT, pasukan TNI segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pengejaran. Kontak senjata tak terelakkan terjadi saat pasukan tiba dan berhadapan langsung dengan para anggota OPM tersebut.

Dua anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas dalam baku tembak tersebut. Selain itu, aparat juga berhasil menyita sejumlah barang bukti penting, di antaranya satu pistol jenis revolver, satu senjata api rakitan, lima butir peluru kaliber 9 mm, satu alat komunikasi HT (Baofeng), satu unit ponsel, sebuah teleskop optik, dan alat pengintai Leica 1000 YDSAT.

Mayjen Kristomei menegaskan bahwa operasi dilakukan secara terukur, profesional, dan mengedepankan prinsip proporsionalitas. Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya TNI menjaga kedaulatan negara serta menciptakan kondisi aman di tanah Papua.

“Kami mengajak seluruh pihak yang masih memilih jalan kekerasan untuk meletakkan senjata dan kembali membangun Papua bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya.

Meski demikian, Kristomei menegaskan bahwa TNI tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan konflik di Papua. Pintu dialog dan rekonsiliasi, katanya, selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berkontribusi positif bagi perdamaian dan kesejahteraan Papua.

Di sisi lain, pada hari yang sama, seorang prajurit TNI bernama Serka Seger Mulyana dari Kodim 1715/Yahukimo tewas setelah diserang oleh kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo. Korban yang saat itu tengah melintas menggunakan sepeda motor, ditembak dan dianiaya dengan senjata tajam sekitar pukul 10.45 WIT. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.