Anggota DPR Nasim Khan Dorong BPKN Beri Perhatian pada Warung Madura
Munculnya warung-warung Madura di kota kabupaten kecil seperti Bondowoso, menarik perhatian anggota DPR RI Nasim Khan.
TIMESINDONESIA – Warung Madura kini tidak hanya menjamur di kota-kota besar, tetapi juga mulai tumbuh subur di kota/kabupaten kecil. Salah satunya di Kabupaten Bondowoso.
Saat ini Warung Madura, mudah ditemui di Kabupaten Bondowoso, khususnya sepanjang jalan Provinsi. Misalnya di dekat Pasar Maesan, di Grujugan, Kembang, Tenggarang dan sejumlah titik lainnya. Bahkan beberapa diantaranya berhadapan dengan ritel-ritel besar atau toko modern.
Warung Madura merupakan ritel kecil dengan desain dan penataan yang memiliki ciri khas tersendiri. Meski ukuran kecil, Warung Madura biasanya menyediakan banyak kebutuhan dan relatif lengkap, dan buka selama 24 jam.
Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, meminta Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) turun langsung memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada pedagang Warung Madura dan warung rakyat sejenis.
“Warung-warung tersebut merupakan pondasi penting ekonomi kerakyatan yang perannya kerap terabaikan,” katanya dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip TIMES Indonesia, Sabtu (7/2/2026).
Politisi PKB tersebut menilai, keberadaan Warung Madura tidak sekadar sebagai tempat belanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan jam operasional 24 jam, harga yang terjangkau, serta kedekatan emosional dengan pelanggan. Menurutnya, Warung Madura menjadi ruang hidup ekonomi rakyat yang nyata.
“Warung Madura menopang perputaran produk UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat interaksi sosial warga. Ini bukan usaha kecil biasa, tetapi kekuatan ekonomi rakyat yang harus dilindungi. BPKN perlu hadir aktif memberikan pembinaan,” ujar Nasim.
Ia mengungkapkan, meski memiliki banyak keunggulan, warung rakyat kerap kalah bersaing dengan ritell modern yang sering dipersepsikan lebih aman dan berkualitas. Padahal, stigma tersebut menurutnya tidak sepenuhnya benar.
Nasim bahkan membagikan pengalamannya sebagai konsumen di toko modern. Ia pernah membeli produk di toko modern yang ternyata dalam kondisi rusak saat sampai di rumah. Hal itu kata dia, menunjukkan bahwa persoalan perlindungan konsumen tidak hanya terjadi di warung rakyat, tetapi juga di toko-toko modern.
“Anggapan bahwa ritel modern selalu lebih aman itu keliru. Masalah kualitas barang bisa terjadi di mana saja. Karena itu, warung rakyat justru perlu diperkuat melalui edukasi dan pembinaan yang tepat,” tegasnya.
Ia menekankan, peran BPKN sangat strategis untuk memberikan sosialisasi mengenai perlindungan konsumen, standar kualitas produk, kejelasan informasi barang, hingga mekanisme pengaduan. Dengan pembinaan yang terukur, warung Madura dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Menurut Nasim, pembinaan tersebut akan memberikan dampak ganda. Pedagang akan semakin memahami tata kelola usaha yang baik, sementara konsumen merasa lebih aman dan nyaman berbelanja di warung rakyat.
“Jika warung Madura dibina dengan serius, kepercayaan publik meningkat. UMKM bergerak, lapangan kerja terjaga, dan persaingan dengan retail modern menjadi lebih adil,” katanya.
Lebih lanjut, Nasim berharap peran BPKN ke depan tidak hanya terfokus pada pengawasan ritel modern, tetapi juga memberdayakan pedagang kecil dan lokal sebagai bagian dari ekosistem perlindungan konsumen nasional.
Ia juga mengingatkan pemerintah dan instansi terkait, termasuk di daerah, agar melakukan evaluasi terhadap pesatnya pertumbuhan minimarket dan pasar modern. Tanpa regulasi dan pengawasan yang ketat, ekspansi tersebut berpotensi melemahkan bahkan mematikan warung rakyat dan UMKM lokal.
“Warung Madura buka 24 jam, harganya murah, dan dekat dengan rakyat. Negara harus hadir melindungi dan membinanya, bukan membiarkannya tersingkir oleh sistem,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




