TIMES BONDOWOSO, BONDOWOSO – Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Leprak dan Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, ambruk pada Selasa (13/1/2026) malam.
Runtuhnya jembatan tersebut dipicu derasnya arus sungai yang meningkat akibat curah hujan tinggi.
Jembatan ini sebelumnya pernah mengalami kerusakan pada 4 Februari 2025 saat banjir melanda wilayah setempat. Untuk menjaga mobilitas warga serta distribusi bantuan saat itu, pemerintah memasang jembatan darurat berbahan rel kereta sebagai pengganti sementara.
Namun hingga kini jembatan permanen belum terbangun, dan jembatan darurat tersebut kembali tak mampu menahan debit air saat hujan hingga akhirnya ambruk lagi.
Jembatan memiliki panjang sekitar 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,6 meter. Dalam sejumlah rekaman video yang beredar, terlihat warga pengendara sepeda motor terpaksa turun dan menuntun kendaraannya karena khawatir terjatuh. Sejumlah warga pun berjaga di sekitar lokasi untuk membantu pengendara yang melintas.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan memasang safety line untuk mencegah pengendara melewati area berbahaya tersebut.
“Dari hasil diskusi sementara, akan dibangun jembatan sementara berbahan kayu yang bisa dilalui kendaraan roda dua,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, material tepi sungai yang menjadi penyangga jembatan darurat berbahan rel mudah tergerus arus, sehingga berisiko tinggi jika tetap dilalui. Melihat kondisi terkini, kendaraan roda empat disarankan tidak melintas di jalur tersebut.
Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo menyampaikan, pihaknya telah mengajukan penetapan status tanggap darurat.
Penetapan tersebut dibutuhkan agar pemerintah daerah dapat menggunakan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) untuk pembangunan jembatan darurat baru bagi akses kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Hasil rapat akan dilaporkan ke pimpinan sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan. Disepakati untuk dilakukan penanganan darurat sembari menunggu perubahan anggaran,” ujarnya.
Jembatan ini merupakan satu-satunya akses utama warga Wonoboyo menuju pusat kota Bondowoso. Alternatif jalur melalui wilayah Situbondo sebenarnya tersedia, namun jaraknya jauh lebih panjang dan dinilai kurang efektif bagi warga.
Pada Rabu (14/1/2026) pagi, pemerintah desa bersama Pemerintah Kecamatan Klabang mulai melakukan pembuatan jembatan sementara dengan memasang kayu di antara rel yang masih tersisa sebagai upaya darurat memulihkan akses masyarakat. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |