TIMES BONDOWOSO, MALANG – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bondowoso memicu serangkaian bencana alam di sejumlah wilayah.
Setidaknya tiga kejadian dilaporkan terjadi dalam kurun waktu beberapa hari ini, mulai dari tanah longsor hingga angin kencang yang merusak rumah warga.
Peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Leprak, Kecamatan Botolinggo, Rabu malam (21/1/2026). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) jebol, sehingga satu kandang milik warga ikut terdampak longsoran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyebutkan longsoran memiliki panjang sekitar 6 meter, lebar 2 meter, dan tinggi mencapai 4 meter.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga bersama pemerintah desa akan melakukan perbaikan secara gotong royong,” katanya.
Meski perbaikan dilakukan secara mandiri, BPBD Bondowoso telah menyalurkan bantuan berupa peralatan kerja bakti dan kebutuhan pendukung lainnya kepada warga terdampak.
Sementara itu, bencana angin kencang juga dilaporkan terjadi di Desa Grujugan, Kecamatan Cermee, pada hari yang sama.
Satu pohon tumbang dan menimpa bagian dapur rumah warga. Beruntung, saat kejadian dapur dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban.
“Selain diterpa angin kencang, kondisi pohon memang sudah lapuk,” jelas Kristianto, saat dikonfirmasi Jumat (23/1/2026).
Kejadian serupa terjadi di Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan satu rumah semi permanen ambruk sekitar pukul 17.00 WIB.
Pak Willy, salah satu warga setempat, mengatakan rumah tersebut roboh secara tiba-tiba saat pemiliknya tidak berada di dalam rumah. “Alhamdulillah tidak ada korban. Sampai sekarang hujan masih turun,” ujarnya.
BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
"Apalagi mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Bondowoso dalam beberapa hari ke depan," pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |