https://bondowoso.times.co.id/
Berita

Bupati Bondowoso Paparkan BRK hingga Geopark di Forum Internasional

Kamis, 05 Februari 2026 - 17:47
Bupati Bondowoso Paparkan BRK hingga Geopark di Forum Internasional Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid berbicara sebagai sambutan pembuka dalam forum internasional (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMES BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, menyambut hangat kehadiran sivitas akademika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta para narasumber dan mahasiswa internasional dari berbagai negara dalam kegiatan International Community Development (ICD) 2026. 

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Raden Bagus Asra Bondowoso Kamis (5/2/2026) itu, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik dan pembangunan masyarakat berbasis desa. 

Dalam sambutannya, Bupati Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNESA yang menjadikan Kabupaten Bondowoso sebagai mitra strategis dalam program ICD 2026 yang didukung pendanaan EQUITY-LPDP. 

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti konkret peran perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma untuk mendorong pembangunan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso sangat bangga menjadi bagian dari program ini. Kehadiran UNESA di tengah masyarakat kami menunjukkan bahwa sinergi akademik dapat menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi,” ujarnya.

Bupati juga memperkenalkan Bondowoso sebagai daerah dengan kekayaan alam luar biasa, khususnya sebagai bagian dari Ijen UNESCO Global Geopark.

Ia menegaskan bahwa wilayahnya memiliki potensi geologi, biologi, dan budaya yang bernilai dunia, termasuk fenomena Blue Fire di Kawah Ijen yang hanya ada di dua tempat di dunia.

“Bentang alam pegunungan, udara yang bersih, serta situs-situs megalitikum menjadikan Bondowoso sebagai laboratorium alam yang ideal untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan dan riset berbasis lingkungan,” katanya.

Selain sektor pariwisata, Bupati Hamid menekankan kekuatan Bondowoso di bidang pertanian dan ketahanan pangan. 

Ia menyebut sektor pertanian dan perkebunan sebagai tulang punggung perekonomian daerah, dengan komoditas unggulan seperti kopi Arabika Ijen Raung yang telah mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis (IG) melalui branding Bondowoso Republik Kopi.

Tak hanya itu kata dia, pemerintah daerah juga terus mengembangkan hortikultura, padi organik, serta peternakan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat desa. Menurutnya, kemandirian pangan harus dimulai dari penguatan petani di tingkat desa.

Dalam konteks pembangunan masyarakat, Bupati menegaskan fokus pemerintah daerah pada penguatan tata kelola desa yang akuntabel serta peningkatan literasi digital, khususnya bagi generasi muda. 

Ia menilai pemuda desa harus mampu menjadi aktor utama dalam mempromosikan potensi lokal melalui teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.

“Teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat ekonomi pedesaan, bukan menggerus jati diri lokal,” tegasnya.

Melalui program ICD 2026, Bupati menitipkan sejumlah harapan kepada para peserta, di antaranya terwujudnya transfer pengetahuan yang aplikatif bagi masyarakat, lahirnya solusi inovatif dan berkelanjutan atas persoalan desa, serta peran delegasi internasional sebagai duta promosi Bondowoso di kancah global.

Mantan Rektor UNUJA itu mengajak seluruh peserta ICD 2026 untuk menikmati pesona wisata Bondowoso, mulai dari Blue Fire Kawah Ijen, Kawah Wurung, hingga keramahan masyarakat lokal. 

Ia berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan sekaligus awal dari kolaborasi jangka panjang di masa mendatang.

“Semoga selama berada di Bondowoso, para peserta mendapatkan pengalaman yang bermakna dan membawa cerita baik tentang daerah kami ke dunia internasional,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bondowoso just now

Welcome to TIMES Bondowoso

TIMES Bondowoso is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.