Peringati Hari Kartini, Bupati Pangandaran: Kartini Adalah Simbol Kekuatan Perempuan
TIMES Bondowoso/Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Periode 2025-2030. (FOTO: Acep Rifki Padilah/TIMES Indonesia)

Peringati Hari Kartini, Bupati Pangandaran: Kartini Adalah Simbol Kekuatan Perempuan

Tanggal 21 April diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, sebagai satu-satunya bupati perempuan di Jawa Barat turut memperingati momen ini.

TIMES Bondowoso,Senin 21 April 2025, 15:11 WIB
390.3K
A
Acep Rifki Padilah

PANGANDARANTanggal 21 April diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini. Ini merupakan momen penting untuk mengenang jasa-jasa RA Kartini, pahlawan emansipasi wanita Indonesia. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, sebagai satu-satunya bupati perempuan di Jawa Barat turut menghayati momen ini.

Menurutnya, semangat Kartini adalah semangat keberanian, pendidikan dan pengabdian. Di era modern seperti sekarang, perjuangan Kartini tetap relevan sebagai simbol kekuatan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

"Habis Gelap Terbitlah Terang, kalimat yang hingga kini menjadi simbol perjuangan menuju masa depan yang cerah," ujar Citra Senin, (21/04/2025).

Perjuangan Kartini membuka akses pendidikan bagi perempuan, menyuarakan kesetaraan, dan menentang ketidakadilan sosial. Nilai-nilai inilah yang terus hidup dan layak untuk terus kita rayakan.

Kartini berjuang agar perempuan Indonesia memperoleh hak yang sama, terutama dalam hal pendidikan, yang kala itu masih sangat dibatasi.

Tak hanya itu, mereka juga bisa menduduki jabatan strategis baik di pemerintahan maupun sektor swasta. Kesetaraan yang dulu diperjuangkan kini menjadi kenyataan yang dapat dirasakan oleh banyak perempuan di berbagai pelosok negeri.

"Kartini mengajarkan kita bahwa perubahan dimulai dari keberanian berpikir dan bertindak. Kalau dulu Kartini tidak memperjuangkan emansipasi wanita, mana mungkin saya bisa menjadi bupati sekarang," kata Citra.

Kartini telah membuka ruang berpikir, dan kita harus menjadikannya sebagai ruang bergerak. Perempuan bukan objek pembangunan, perempuan adalah subjek sejarah.

"Perempuan hebat itu yang lembut dalam kekuatan, dan tetap kuat dalam kelembutan. Mari terus kobarkan semangat juang perempuan Indonesia sebagai tiang negara," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Acep Rifki Padilah
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.