Berawal dari Medsos, Air Terjun Suco Lor Maesan Bondowoso Ramai Pengunjung
Terkenalnya destinasi wisata ini tentu karena kerja keras Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suco Lor. Mereka memulai semuanya dari langkah sederhana.
BONDOWOSO – Destinasi wisata alam Air Terjun Suco Lor di Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, menjadi salah satu tujuan wisata akhir-akhir ini. Sebab wisata yang ada di Pegunungan Argopuro ini menyajikan keindahan alam yang memukau dan masih alami.
Terkenalnya destinasi wisata ini tentu karena kerja keras Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suco Lor. Mereka memulai semuanya dari langkah sederhana, merekam mengunggah, lalu mengundang sejumlah kreator konten untuk datang.
Tak disangka, upaya itu justru menjadi pemicu kebangkitan wisata desa. “Alhamdulillah, kita buat kontennya, ternyata langsung meledak,” ujar Abdurrahman, Ketua Pokdarwis Suco Lor.
Sejak saat itu, geliat pariwisata mulai terasa. Momentum semakin kuat ketika mahasiswa KKN hadir dengan fokus pengembangan destinasi.
Mereka tidak hanya datang untuk belajar, tetapi turut berkontribusi membenahi potensi yang ada. Air terjun yang sebelumnya tersembunyi perlahan naik kelas dan mulai dikenal luas.
Puncak lonjakan terjadi pada Februari 2026, saat pengelola resmi mengoptimalkan akun media sosial Pokdarwis. Hasilnya melampaui ekspektasi. Jumlah pengikut menembus 180 ribu, sementara konten yang diunggah terus menarik perhatian dan viral.
“Dalam satu hari pada akhir pekan, jumlah pengunjung sempat mencapai 500 orang,” katanya pada Times Indonesia, Minggu (5/4/2026).
Sementara pada hari biasa, puluhan wisatawan tetap berdatangan. Suasana yang dulunya tenang berubah menjadi ramai. Bahkan, untuk sekedar berfoto, pengunjung harus mengantre.
Lonjakan ini tidak dibiarkan tanpa pengelolaan. Pokdarwis bersama warga mulai berbenah. Akses diperbaiki, transportasi disiapkan, dan masyarakat dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan wisata.
“Perubahan itu turut menggerakkan ekonomi desa. Pemuda setempat kini berperan sebagai ojek wisata, warga menyediakan lahan parkir, dan sebagian lainnya membuka lapak makanan di sekitar lokasi,” katanya.
Meski demikian, pengelola menegaskan bahwa air terjun bukanlah tujuan akhir. “Sebenarnya ini hanya tempat singgah. Tujuan utama kami adalah pendakian ke Puncak Gunung Argopuro,” jelasnya.
Saat ini, komunikasi juga mulai dijalin dengan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk membuka jalur pendakian baru menuju Gunung Argopuro.
Jika rencana tersebut terealisasi, Suco Lor berpotensi menjadi gerbang utama bagi para pendaki.
Di sisi lain, arus wisatawan masih terus terjaga. Pada hari biasa, kunjungan tetap stabil, sementara akhir pekan bisa mencapai sekitar 100 orang per hari.
“Hingga kini belum diberlakukan tiket masuk. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir dan jasa ojek lokal. Secepatnya akan dibuka secara resmi,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

