TIMES BONDOWOSO – Pesona alam Air Terjun Pulo Agung di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso kembali mencuri perhatian publik. Namun wisata tersebut belum dikelola secara profesional.
Destinasi wisata yang sempat lama “tertidur” ini kini bangkit dan menjelma menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan, terutama kalangan muda pencinta alam dan fotografi.
Keunikan Air Terjun Pulo Agung tak hanya terletak pada ketinggian air terjun yang mencapai sekitar 30 meter, tetapi juga pada bentang alamnya yang masih alami.
Bebatuan besar yang mengapit aliran air jernih menjadi latar favorit pengunjung untuk berfoto. Pose berdiri di bawah guyuran air dengan tangan terbentang pun seolah menjadi ciri khas yang tak boleh dilewatkan setiap wisatawan.
Lokasi wisata alam ini berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Bondowoso, lokasi wisata ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam menggunakan sepeda motor.
Setibanya di Desa Sukorejo, perjalanan dilanjutkan melalui jalan setapak yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Di ujung jalur, pengunjung memarkirkan kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 500 meter melewati tanjakan, kebun kopi, serta lahan pertanian milik warga.
Menariknya, wisata alam ini tidak memungut tiket masuk. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp5.000 per kendaraan dan dapat menikmati keindahan air terjun mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Fasilitas yang tersedia masih terbatas, di antaranya dua saung sederhana, satu warung kecil, serta jembatan bambu yang membentang di depan air terjun.
Jembatan tersebut justru menjadi salah satu spot favorit untuk mengabadikan momen dengan latar belakang air terjun yang megah.
Meski sarana prasarana belum sepenuhnya memadai, antusiasme wisatawan terus mengalir.
Dini (21), wisatawan asal Desa Lembungan, Kabupaten Jember, mengaku tertarik datang setelah melihat unggahan Air Terjun Pulo Agung yang viral di media sosial.
“Airnya deras dan bening, beda dengan air terjun lain. Lebar juga, jadi bagus banget buat foto-foto,” katanya.
Ia menambahkan, jalur menuju lokasi memberikan tantangan tersendiri dan sensasi petualangan, meski berharap akses jalan dapat segera diperbaiki.
Hal senada juga disampaikan Nanank, ia mengaku tak sia-sia menempuh jarak jauh karena terbayar dengan keindahan alamnya.
“Saya baru tahu sekarang kalau ada air terjun seindah ini di Sumberwringin,” katanya, Jumat (6/2/2026).
Sementara Kepala Desa Sukorejo, Sumarni mengatakan, Air Terjun Pulo Agung sebenarnya telah dikenal sejak 2003.
Namun, destinasi tersebut sempat ditutup karena faktor keamanan akibat banjir. Popularitasnya kembali meningkat sejak Desember 2025, seiring maraknya unggahan di media sosial.
“Sejak viral kembali, pengunjung datang tidak hanya dari Bondowoso, tapi juga dari Jember dan Situbondo,” ungkapnya.
Berdasarkan data parkir, lebih dari 1.000 wisatawan tercatat berkunjung dalam beberapa bulan terakhir, dengan jumlah kendaraan roda dua mencapai 150 unit pada akhir pekan.
Karena berada di kawasan lahan Perhutani, pemerintah desa saat ini tengah menjalin komunikasi untuk kerja sama melalui perjanjian kerja sama (PKS).
Sumarni berharap adanya dukungan dari dinas terkait guna mendorong pengembangan fasilitas dan akses menuju lokasi wisata.
“Kami berharap ada bantuan pengembangan, mengingat keterbatasan anggaran dana desa,” pungkasnya.(*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |