Menjelajahi Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, Jejak Peradaban Batu Purba di Kota Megalitikum
Museum Terbuka Megalitik Bondowoso menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menyimpan berbagai peninggalan batu purba seperti dolmen, menhir, dan batu kenong yang diperkirakan berasal dari ribuan tahun lalu.
BONDOWOSO – Tak banyak daerah di Jawa Timur yang dikenal sebagai kawasan kaya peninggalan batu purba. Namun Kabupaten Bondowoso justru menyandang julukan sebagai Kota Megalitikum.
Julukan ini bukan tanpa alasan. Di wilayah yang berada di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur tersebut, tersebar ribuan situs megalitik yang diperkirakan telah ada sejak ribuan tahun lalu.
Salah satu lokasi yang paling mudah dijangkau untuk mengenal warisan prasejarah tersebut adalah Museum Terbuka Megalitik Bondowoso. Museum ini berada di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Bondowoso.
Perjalanan menuju lokasi relatif singkat. Dengan kendaraan roda dua, pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. Akses jalan menuju kawasan tersebut juga cukup baik karena sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dari jalan utama, pengunjung hanya perlu menempuh sekitar 600 meter untuk tiba di area museum.
Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut suasana pedesaan yang tenang dengan hamparan lahan terbuka yang luas. Berbeda dengan museum pada umumnya, tempat ini tidak memiliki bangunan tertutup atau ruang pamer berkaca.
Koleksi benda-benda purba dibiarkan berada di ruang terbuka, menyatu dengan alam di sekitarnya.
Berbagai jenis peninggalan megalitik dapat ditemukan di area ini. Mulai dari dolmen, menhir, batu kenong, hingga peti kubur batu yang diduga berasal dari masa ribuan tahun silam.
Setiap artefak dilengkapi papan informasi yang menjelaskan jenis, fungsi, serta perkiraan kegunaannya pada masa lalu.
Selain membaca keterangan yang tersedia, pengunjung juga dapat memperoleh penjelasan langsung dari juru pelihara situs yang berjaga secara bergantian.
Mereka biasanya siap mendampingi wisatawan yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah dan makna dari setiap benda megalitik yang ada. Menariknya, layanan tersebut dapat dinikmati tanpa biaya tambahan.
Salah seorang pengunjung, Ilham Wahyudi, mengaku baru pertama kali datang ke lokasi tersebut setelah tempat itu resmi berganti nama dari Pusat Informasi Megalitik Bondowoso (PIMB) menjadi Museum Terbuka Megalitik Bondowoso.
Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan banyak wawasan baru tentang peninggalan leluhur yang selama ini jarang diketahui masyarakat luas.
“Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, terutama tentang benda-benda peninggalan nenek moyang,” ujarnya.
Ia juga menilai informasi yang disediakan cukup lengkap, mulai dari fungsi hingga makna dari setiap artefak yang dipamerkan. Penjelasan dari juru pelihara situs juga dinilai membantu pengunjung memahami sejarah secara lebih mendalam.
“Petugasnya ramah dan sabar menjelaskan. Rasanya ingin datang lagi untuk belajar lebih banyak,” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



