Warga Ritual Slametan Sebelum Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso
Sejumlah warga dan pekerja melakukan ritual slametan sebelum pengerjaan Jembatan Sentong resmi dimulai (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Warga Ritual Slametan Sebelum Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso

Proyek pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso, di ruas jalan provinsi resmi dimulai pada Selasa (15/4/2026). Tahapan awal ditandai dengan pelaksanaan doa bersama atau Slametan sebagai bagian dari tradisi sebelum pekerjaan konstruksi dimulai

TIMES Bondowoso,Rabu 15 April 2026, 11:52 WIB
623
M
Moh Bahri

BONDOWOSOProyek pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso, di ruas jalan provinsi resmi dimulai pada Selasa (15/4/2026). Tahapan awal ditandai dengan pelaksanaan doa bersama atau Slametan sebagai bagian dari tradisi sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar agar proses pembangunan berjalan lancar dan aman. Sejumlah pekerja bersama tokoh agama setempat turut hadir dalam prosesi tersebut.

Sebelum doa bersama digelar, tim pelaksana lebih dulu menentukan titik awal pengeboran. Penandaan lokasi ini menjadi langkah awal dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama, dan ditutup dengan makan tumpeng bersama seluruh yang hadir.

“Adatnya begitu. Biar selamat semua,” ujar Hermawan, mandor pelaksana proyek penggantian Jembatan Sentong.

Usai slametan, pekerjaan konstruksi langsung dilanjutkan. Pengeboran perdana dijadwalkan dilakukan pada siang hari di titik yang telah ditentukan.

“Slametan dulu, nanti siang pengeboran. Kemudian besok akan dilakukan pengecoran,” imbuh pria yang akrab disapa Wawan tersebut.

Sebelumnya, tim juga telah melakukan uji kondisi tanah untuk memastikan kualitas dan daya dukungnya. Selain itu, pekerja telah menyiapkan besi spiral bore pile berukuran besar yang akan digunakan sebagai struktur penopang jembatan.

Meski pembangunan telah dimulai, jembatan lama belum akan dibongkar dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan agar akses warga tetap terjaga selama proses pengerjaan berlangsung.

Secara keseluruhan, pembangunan Jembatan Sentong diperkirakan memakan waktu sekitar delapan bulan. Proyek tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2026.

Sementara Wahyudi, warga sekitar yang menyaksikan langsung proses slametan mengaku bersyukur karena pengerjaan jembatan telah dimulai. 

Ia berharap jembatan tersebut segera rampung agar dirinya tidak harus melewati jalur alternatif saat akan ke Jember. 

“Semoga segera rampung, agar akses warga seperti dulu lagi, bisa efektif jaraknya dan efisien waktunya. Agar tidak muter-muter lagi,” harapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.