Ponpes Al Islah Bondowoso Gelar Shalat Id Lebih Awal, Ini Dasar Penetapan 1 Syawal
Suasana pelaksanaan Salat Idul Fitri di Pondok Pesantren Al Islah Kabupaten Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Ponpes Al Islah Bondowoso Gelar Shalat Id Lebih Awal, Ini Dasar Penetapan 1 Syawal

Ponpes Al Islah Bondowoso melaksanakan salat Idulfitri 1447 H lebih awal dengan dasar rukyatul hilal global. Ini penjelasan lengkap penetapan 1 Syawal dan pesan toleransi.

TIMES Bondowoso,Jumat 20 Maret 2026, 12:53 WIB
599
M
Moh Bahri

BondowosoTakbir berkumandang di lingkungan Pondok Pesantren Al Islah, Kabupaten Bondowoso, menandai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang dilaksanakan lebih awal, Jumat (20/3/2026).

Ratusan santri dan jemaah tampak berkumpul di lapangan pondok pesantren untuk melaksanakan shalat Id. Mereka merapatkan saf sejak pagi, dengan pelaksanaan salat dimulai pukul 06.15 WIB, dilanjutkan khutbah dan tradisi saling bersalaman. Seluruh rangkaian ibadah selesai sekitar pukul 07.00 WIB.

Pondok Pesantren Al Islah bersama Muhammadiyah diketahui melaksanakan Idulfitri lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah. Meski demikian, pelaksanaan puasa Ramadan tahun ini dijalankan secara bersamaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Islah, Kiai Thoha Yusuf Zakaria LC, menjelaskan bahwa penentuan awal Ramadan didasarkan pada rukyatul hilal global.

“Kalender hijriah global tunggal menjadi dasar. Hilal di Alaska pada 17 Februari sudah terlihat, sehingga 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Untuk penetapan 1 Syawal 1447 H, pihaknya kembali melakukan rukyatul hilal. Namun, pada 29 Ramadan, hilal tidak terlihat sehingga jumlah hari puasa disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari.

“Dengan demikian, kemarin merupakan hari ke-30 Ramadan, dan hari ini ditetapkan sebagai 1 Syawal yang bertepatan dengan 20 Maret,” katanya.

Ia menambahkan, metode yang digunakan pemerintah pada prinsipnya serupa, yakni berdasarkan rukyatul hilal dan istikmal. Perbedaan terjadi pada dasar penentuan awal Ramadan, sehingga berdampak pada waktu perayaan Idulfitri.

Kiai Thoha menekankan pentingnya sikap saling menghargai di tengah perbedaan penetapan hari raya.

“Perbedaan ini seharusnya menjadi sarana mempererat persatuan. Perbedaan adalah rahmat,” ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.