Begini Kata RSUD Bondowoso Soal Dugaan Adanya Permainan dalam Rekrutmen Tenaga Kesehatan
Manajemen RSUD dr. Koesnadi Bondowoso memastikan proses rekrutmen tenaga kesehatan non-ASN yang tengah berlangsung dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
BONDOWOSO – Manajemen RSUD dr. Koesnadi Bondowoso memastikan proses rekrutmen tenaga kesehatan non-ASN yang tengah berlangsung dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Pihak rumah sakit menegaskan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai mekanisme yang telah ditentukan.
Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priatna, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (11/5/2026).
Menurutnya, keputusan panitia yang tidak menampilkan nilai peserta secara terbuka bukan berarti ada yang ditutupi. Kebijakan itu diambil semata untuk mempercepat proses seleksi.
Ia menjelaskan, seluruh peserta sebenarnya tetap mengetahui nilai masing-masing karena ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Dengan sistem tersebut lanjut dia, hasil tes dapat langsung diketahui peserta usai mengerjakan soal. "Jadi begitu dia selesai mengerjakan pesertanya sendiri tahu nilainya," ujarnya.
Terkait isu adanya perubahan nilai peserta, Yus menilai tudingan tersebut tidak berdasar. Sebab, proses penilaian dilakukan melalui sistem komputerisasi sehingga sulit dimanipulasi.
Selain itu, RSUD dr. Koesnadi juga memilih tidak menerapkan sistem gugur pada tahapan awal seleksi. Kebijakan itu dilakukan agar rumah sakit bisa memperoleh calon tenaga kesehatan dengan kualitas terbaik dari keseluruhan rangkaian tes.
Menurut Yus, ada kemungkinan peserta yang nilainya kurang maksimal pada tes awal justru memiliki hasil baik pada tahapan lain seperti wawancara, skill test, maupun psikotes. Karena itu, penentuan kelulusan didasarkan pada akumulasi nilai akhir.
"Kalau kita gunakan sistem gugur, takutnya nanti yang kita terima yang tidak terbaik," ujarnya.
Ia juga memastikan seluruh proses rekrutmen berlangsung tanpa pungutan biaya. Karena itu, pihaknya membantah keras isu mengenai adanya peserta titipan dalam seleksi tersebut. "Tidak ada (titipan, red)," ujarnya.
Yus menegaskan rumah sakit tidak keberatan apabila proses rekrutmen diaudit oleh Inspektorat. Bahkan, pihaknya siap menjalani evaluasi ulang apabila nantinya ditemukan pelanggaran dalam proses seleksi.
Namun demikian, ia menilai pembatalan hasil rekrutmen tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa adanya bukti kuat. Sebab, keputusan tersebut juga akan berdampak pada peserta yang telah dinyatakan lulus.
"Kalaupun sampeyan tidak percaya, mau apa, ya silahkan diaudit oleh Inspektorat," terangnya.
Mengenai kritik yang sebelumnya disampaikan dokter spesialis Yusdeni Lanasakti, Yus menduga hal itu terjadi karena kurangnya komunikasi atau klarifikasi kepada panitia seleksi.
Meski demikian, ia mengaku tidak bisa membatasi pendapat siapa pun karena kebebasan berekspresi merupakan hak setiap individu. "Belum tabayyun mungkin panitia," urainya.
Ia menambahkan, persoalan rekrutmen tersebut sebelumnya juga telah menjadi perhatian DPRD Bondowoso. Komisi IV bersama Ketua DPRD disebut telah meminta penjelasan langsung kepada pihak rumah sakit.
"Iya komisi IV dan Pak Ketua, intinya transparansi," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

