Aktif Edukasi Tentang Covid-19, Ketua PCNU Bondowoso Dapat Penghargaan Polda Jatim
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bondowoso (PCNU Bondowoso), KH. Abdul Qadir Syam mendapat penghargaan dari Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). ... ...
BONDOWOSO – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bondowoso (PCNU Bondowoso), KH. Abdul Qadir Syam mendapat penghargaan dari Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua PCNU Bondowoso tersebut di Mapolda Jatim, Selasa (5/7/2022).
Kiai Qadir mendapatkan penghargaan Tan Hana Dharma Mangrwa (Tidak ada Pengabdian yang Mendua).
Ia mendapatkan penghargaan atas dedikasinya selama ini. Sebab ketua PCNU tersebut tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencegah Pandemi Covid-19.
"Iya benar, saya dapat penghargaan dari Kapolda Jatim," kata Kiai Qadir saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, penghargaan tersebut diterima karena selama ini Ketua NU Bondowoso itu, menggerakkan masyarakat dengan pemahaman keagamaan dalam mengantisipasi pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah, banyak masyarakat yang menerima ajakan kami," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Cermee tersebut.
Ia memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa mengantisipasi dari dari marabahaya Covid-19 itu harus dilakukan. "Menjaga diri atau mengantisipasi terpapar Covid juga bagian dari ibadah," imbuh dia.
Sementara itu Kapolres Bondowoso, melalui Kasat Intelkam, Deky Zulkarnain mengatakan, pemberian penghargaan tersebut berdasarkan surat keputusan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Nomor: Kep/340/IV/2022, tentang pemberian penghargaan kepada pegawai negeri pada Polri Polda Jatim yang berprestasi, dan masyarakat umum yang berjasa dalam membantu tugas kepolisian di jajaran Polda Jatim.
"Belia mempunyai jasa membantu tugas kepolisian," kata Deky saat dikonfirmasi.
Ketua PCNU Bondowoso tersebut berhak mendapatkan penghargaan kata dia, karena Kiai Qadir sebagai penggagas terbentuknya kegiatan halaqoh antara ulama dan umaro. "Karena itu merupakan wujud sinergitas antara ulama dan umaro (Forkopimda)," paparnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




