Pemkab Bondowoso Perkuat Sistem Siaga Bencana, Libatkan Semua Unsur
TIMES Bondowoso/Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Dr. Fathur Rozi saat dikonfirmasi (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Pemkab Bondowoso Perkuat Sistem Siaga Bencana, Libatkan Semua Unsur

Pemerintah Kabupaten Bondowoso mempertegas komitmennya dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Ruang Sabha Bina Praja, Jumat (20/2/2026).

TIMES Bondowoso,Jumat 20 Februari 2026, 21:06 WIB
786
M
Moh Bahri

BONDOWOSOPemerintah Kabupaten Bondowoso mempertegas komitmennya dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Ruang Sabha Bina Praja, Jumat (20/2/2026).

Rapat tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, camat, hingga lembaga dan mitra strategis seperti PMI, PLN, Baznas, Perhutani, serta instansi terkait lainnya. 

Pertemuan ini bertujuan menyatukan persepsi sekaligus memperjelas peran masing-masing pihak dalam menghadapi potensi bencana.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi menegaskan, penanganan bencana tidak boleh bersifat reaktif. 

Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun jauh sebelum bencana terjadi, dilanjutkan dengan respons cepat saat kejadian, hingga pemulihan pascabencana.

“Penanggulangan bencana mencakup tiga fase, yakni prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Semua pihak harus memahami peran masing-masing agar langkah yang diambil terkoordinasi dan efektif,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif, terutama melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat di tingkat bawah, diharapkan risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Selain kesiapan sumber daya, Sekda juga mengingatkan pentingnya mitigasi sederhana namun berdampak besar, seperti menjaga kebersihan lingkungan, merawat saluran drainase, serta memastikan aliran sungai tidak tersumbat sampah guna mencegah banjir.

Di sisi lain, Pemkab Bondowoso turut mendorong optimalisasi teknologi dalam sistem kebencanaan. Aplikasi kebencanaan yang diinisiasi Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta BPBD diharapkan terintegrasi dengan Public Service Center (PSC) Dinas Kesehatan.

Dengan sistem yang terhubung secara digital, informasi kebencanaan dapat disampaikan secara cepat dan simultan ke perangkat daerah teknis. BPBD dapat segera melakukan asesmen awal, PSC menangani korban, Dishub mengatur lalu lintas, PLN memastikan pasokan listrik, dan jaringan komunikasi tetap terjaga.

Menurut Fathur Rozi, integrasi tersebut juga mendukung tahap prabencana melalui pemetaan digital wilayah rawan, sehingga potensi risiko dapat dideteksi lebih dini dan langkah antisipatif bisa dirancang secara terukur.

“Melalui koordinasi terpadu dan dukungan teknologi, Pemkab Bondowoso berharap sistem penanggulangan bencana di daerah semakin responsif, terarah, dan mampu melindungi masyarakat secara maksimal,”pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.