Susu Kedelai ‘Siluman’ Diduga Jadi Penyebab Puluhan Siswa Keracunan MBG di Bondowoso
TIMES Bondowoso/Puluhan siswa di Kecamatan Sumberwringin keracunan menu MBG dan dilarikan ke Puskesmas pada Rabu 3 Desember kemarin (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Susu Kedelai ‘Siluman’ Diduga Jadi Penyebab Puluhan Siswa Keracunan MBG di Bondowoso

Dugaan penyebab puluhan siswa di Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bodowoso, mengalami mual dan muntah usai menikmati menu MBG (Makan Bergizi Gratis) mulai menemukan titik terang.

TIMES Bondowoso,Jumat 5 Desember 2025, 11:23 WIB
16.8K
M
Moh Bahri

BONDOWOSODugaan penyebab puluhan siswa di Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bodowoso, mengalami mual dan muntah usai menikmati menu MBG (Makan Bergizi Gratis) mulai menemukan titik terang.

Sebuah minuman susu kedelai yang masuk ke dapur MBG tanpa prosedur resmi, diduga kuat menjadi pemicu insiden yang terjadi pada Rabu (3/12/2025) kemarin. 

Owner Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Al Hidayah 3 Desa Sukerejo, Angwar mengungkapkan, sebagian besar siswa yang sakit diketahui langsung menenggak susu kedelai tersebut sebelum menyantap menu MBG yang disediakan.

“Anak-anak belum makan apa pun. Mereka langsung minum susu kedelai itu, dan setelah itu muntah-muntah,” jelasnya.

Angwar menegaskan bahwa susu kedelai tersebut bukan berasal dari dapur produksi SPPG. Ia mengungkapkan, adanya kejanggalan karena produk tersebut bisa masuk tanpa ada konfirmasi pembelian seperti standar operasional yang berlaku.

“Setiap produk yang masuk harus melalui konfirmasi. Tapi yang ini tiba-tiba sudah ada di dapur,” tegasnya.

SPPG Al Hidayah 3 selama ini melayani penyediaan makanan untuk 59 sekolah dengan total 3.400 siswa dari tingkat TK hingga SMA.

Reputasi pelayanan yang dianggap baik membuat sejumlah sekolah bahkan menolak dipindahkan ke dapur lain ketika ada kebijakan pemerataan sebelumnya.

“Selama ini kami tidak pernah punya masalah. Semua tertata. Karena itu, adanya produk luar yang tiba-tiba masuk tentu sangat disayangkan,” tambahnya.

Setelah laporan diterima, Angwar langsung turun ke lapangan. Ia memantau proses produksi di dapur dan memastikan tidak ada kontaminasi produk lain. Selain itu, ia mendatangi satu per satu rumah siswa untuk memantau kondisi mereka.

“Alhamdulillah, semua siswa sudah membaik. Ada yang sudah kembali sekolah, meskipun beberapa masih diliburkan oleh gurunya,” ujarnya.

Menariknya, para orang tua siswa tidak menyalahkan pihak SPPG. Mereka memahami bahwa susu kedelai tersebut bukan bagian dari menu resmi MBG, melainkan produk salah satu UMKM lokal yang masuk tanpa prosedur.

Sebagai langkah antisipasi, SPPG Al Hidayah 3 akan memperketat pengawasan terhadap distribusi bahan pangan.

“Kami akan meningkatkan kewaspadaan agar tidak ada lagi produk luar yang masuk tanpa prosedur,” kata Angwar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.