Jembatan Sentong Bondowoso Ditutup, Ambulans dan Damkar Alih Rute
TIMES Bondowoso/Jalur alternatif selama penutupan Jembatan Sentong Kabupaten Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Jembatan Sentong Bondowoso Ditutup, Ambulans dan Damkar Alih Rute

Ditutupnya Jembatan Sentong dalam beberapa bulan ke depan tak hanya memengaruhi arus lalu lintas umum, tetapi juga berdampak langsung pada

TIMES Bondowoso,Kamis 26 Februari 2026, 19:07 WIB
309
M
Moh Bahri

BONDOWOSODitutupnya Jembatan Sentong dalam beberapa bulan ke depan tak hanya memengaruhi arus lalu lintas umum, tetapi juga berdampak langsung pada operasional layanan darurat.

Ambulans dan armada pemadam kebakaran kini harus menempuh rute alternatif demi memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moch Jasin menyampaikan, seluruh ambulans sementara ini mengikuti jalur pengalihan yang telah ditetapkan Dinas Perhubungan (Dishub). Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi keselamatan bersama.

“Bahaya juga kalau melewati itu. Kondisi jembatannya kan memang tidak memungkinkan,” ujarnya, Kamis (26/2/2026). 

Ia menambahkan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan Dishub untuk memastikan kendaraan prioritas seperti ambulans mendapat kemudahan akses di jalur alternatif. Skema ini penting agar respons terhadap pasien gawat darurat tetap cepat dan tidak terkendala kemacetan.

“Nanti kami akan koordinasi lagi dengan Dishub. Apakah ada jalur lain yang memungkinkan untuk dilewati,” imbuhnya.

Untuk ambulans yang datang dari wilayah selatan seperti Maesan dan Grujugan, rute yang disarankan adalah melalui kawasan Pemandian Tasnan kemudian tembus ke Jalan Raya Tamanan.

 Jalur tersebut dinilai lebih lancar dibandingkan harus melewati kawasan Nangkaan yang kondisinya lebih padat dan menantang bagi kendaraan besar.

“Relatif lebih lancar. Kalau lewat Nangkaan lebih berat,” jelasnya.

Penyesuaian juga dilakukan oleh jajaran Pemadam Kebakaran Satpol PP Bondowoso. Kepala Bidang Damkar, Vara Tedi mengungkapkan bahwa sejumlah armada dan peralatan penting telah dipindahkan dari Mako Damkar ke area Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Langkah ini dilakukan sebagai strategi percepatan respons.

Armada yang dipindahkan meliputi kendaraan rescue, carsentro, hingga unit water supply. “Untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Tedi.

Ia menjelaskan, efektivitas penanganan kebakaran sangat ditentukan oleh kecepatan tiba di lokasi. Idealnya, petugas harus sudah berada di tempat kejadian dalam waktu 10 hingga 15 menit. Jika melebihi batas tersebut, potensi api sulit dikendalikan akan semakin besar.

“Kendaraan kami kan besar-besar semua. Kalau lewat jalur alternatif akan lebih lama nanti,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.