Jembatan Penghubung Putus Diterjang Banjir, Bupati Bondowoso Pastikan Penanganan Cepat
Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid bersama wabup dan Kepala BSBK saat meninjau langsung jembatan putus (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Jembatan Penghubung Putus Diterjang Banjir, Bupati Bondowoso Pastikan Penanganan Cepat

Banjir deras yang menerjang Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, mengakibatkan jembatan penghubung antar desa mengalami kerusakan parah.

TIMES Bondowoso,Selasa 31 Maret 2026, 20:38 WIB
2K
M
Moh Bahri

TIMESINDONESIABanjir deras yang menerjang Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, mengakibatkan jembatan penghubung antar desa mengalami kerusakan parah hingga tak bisa dilalui. Putusnya akses ini langsung berdampak pada aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Arus air yang kuat menggerus konstruksi jembatan hingga menyebabkan bagian tengahnya ambrol. Kini, badan jembatan menyisakan lubang besar yang membahayakan pengguna jalan dan membuat jalur tersebut lumpuh total.

Jembatan ini selama ini menjadi penghubung penting bagi tiga jalur utama, yakni Bandilan–Prajekan, Bandilan–Tarum, serta Bandilan–Klekean. 

Terhentinya akses tersebut membuat mobilitas warga terganggu dan aktivitas ekonomi tersendat.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso pun bergerak cepat merespons kondisi ini. Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, turun langsung ke lokasi bersama jajaran terkait untuk memastikan penanganan segera dilakukan, Selasa (31/3/2026). 

Dalam tinjauannya, Bupati Hamid menegaskan bahwa langkah darurat akan segera dilakukan agar akses masyarakat bisa kembali digunakan, meski bersifat sementara.

“Yang terpenting saat ini akses warga bisa kembali digunakan dulu, sambil kita siapkan perbaikan yang lebih permanen,” ujarnya.

Pemkab menargetkan perbaikan sementara dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan. Upaya ini diharapkan mampu membuka kembali jalur vital yang sempat terputus akibat banjir.

Di saat bersamaan, pemerintah juga tengah menyiapkan rencana pembangunan ulang jembatan secara permanen. Proyek tersebut akan diusulkan dalam Perubahan APBD tahun berjalan. Jika belum dapat direalisasikan, pembangunan akan dialihkan ke APBD 2027.

Pemkab menegaskan bahwa pembangunan permanen menjadi prioritas guna mencegah kerusakan serupa di masa mendatang.

Warga setempat mengaku khawatir dengan kondisi jembatan yang rusak berat karena berisiko memicu kecelakaan. Selain itu, terganggunya jalur ini turut menghambat aktivitas ekonomi, terutama distribusi hasil pertanian.

“Dengan percepatan penanganan yang tengah dilakukan, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Prajekan segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.