Veteran Bondowoso Tersisa 30 Personel, LVRI Buka Pintu bagi Prajurit Misi Luar Negeri
Jumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kini tersisa sekitar 30 orang.
BONDOWOSO – Jumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kini tersisa sekitar 30 orang. Sebagian besar di antaranya telah berusia lanjut sehingga regenerasi menjadi salah satu perhatian utama organisasi tersebut.
Ketua LVRI Kabupaten Bondowoso, Kapten (Purn) Mursanto, saat memberikan sambutan dalam bakti sosial yang diselenggarakan Panitia HUT ke-81 RI di Kantor LVRI setempat, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, para veteran di Bondowoso terbagi dalam tiga kelompok, yakni Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), Pembela, dan Perdamaian.
"Untuk veteran yang ada di Bondowoso ini sekarang tahun 2026, alhamdulillah masih 30 orang," kata Mursanto.
Ia menjelaskan, kelompok Pembela terdiri atas veteran yang pernah terlibat dalam operasi Trikora, Dwikora, dan Seroja. Khusus veteran Seroja, tidak seluruh prajurit yang pernah bertugas di Timor-Timur otomatis mendapatkan hak sebagai veteran.
Menurutnya, pengakuan tersebut memiliki kriteria tertentu. Prajurit yang bertugas dalam operasi di Timor-Timur pada 1975 hingga 1976 termasuk yang mendapatkan pengakuan veteran sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari sekitar 30 veteran yang masih tercatat di Bondowoso, sebanyak 5 orang merupakan PKRI. Sementara kelompok Pembela berjumlah 18 orang dan kelompok Perdamaian sebanyak 7 orang.
Mursanto mengatakan peluang bertambahnya anggota LVRI masih terbuka, terutama dari kelompok Perdamaian. Kelompok tersebut dapat diisi oleh prajurit yang pernah menjalankan tugas atau misi ke luar negeri dan telah memperoleh hak veteran.
Karena itu, ia mengimbau para prajurit yang memenuhi persyaratan agar segera mendaftarkan diri dan bergabung dengan LVRI.
"Kami mengimbau rekan-rekan prajurit yang pernah tugas ke luar negeri, yang punya hak veteran, untuk segera mendaftar ke veteran. Agar nanti veteran itu ada generasi penerusnya," ujarnya.
Menurut Mursanto, regenerasi menjadi persoalan penting karena mayoritas anggota LVRI saat ini sudah berusia lanjut. Tanpa adanya anggota baru, keberlangsungan organisasi veteran di Bondowoso dikhawatirkan semakin sulit.
"Karena sekarang ini sudah sepuh-sepuh semuanya. Harapan kami rekan-rekan prajurit yang pernah tugas ke luar negeri bergabunglah di LVRI. Nanti namanya Perdamaian sehingga ada generasi penerus," katanya.
Di tengah semakin sedikitnya jumlah veteran, masih terdapat anggota PKRI yang usianya mencapai satu abad. Mursanto menyebut salah satunya adalah Arsawi, veteran PKRI yang kini berusia sekitar 100 tahun.
Meski telah berusia seabad, Arsawi disebut masih dalam kondisi sehat dan bahkan masih rutin menghadiri pertemuan veteran setiap bulan.
"Alhamdulillah sampai hari ini ada yang PKRI usianya 100 tahun. Itu alhamdulillah masih sehat dan tiap bulan, tiap pertemuan masih bisa hadir. Namanya Pak Arsawi," tutur Mursanto.
Ia menjelaskan, PKRI tidak hanya berasal dari kalangan tentara. Mereka yang ikut membantu perjuangan kemerdekaan dengan bergabung atau mendukung perjuangan Tentara Nasional Indonesia juga dapat memperoleh pengakuan sebagai veteran sesuai ketentuan.
“Bentuk dukungan tersebut antara lain membantu kebutuhan kesehatan, surat-menyurat hingga menyediakan logistik bagi para pejuang,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

