Polres Bondowoso Musnahkan Bubuk Mercon 25 Kg
Aparat dari Polres Bondowoso memusnahkan 25 kilogram bahan peledak yang diduga akan digunakan untuk membuat petasan atau mercon.
BONDOWOSO – Aparat dari Polres Bondowoso memusnahkan 25 kilogram bahan peledak yang diduga akan digunakan untuk membuat petasan atau mercon. Pemusnahan dilakukan di lahan kosong Desa Sumberkokap, Kecamatan Taman Krocok, Selasa (3/3/2026).
Pemusnahan tersebut melibatkan sejumlah unsur dengan pengamanan ketat dari tim teknisi bom Brimob. Tampak hadir juga unsur TNI dan Kejaksaan Negeri Bondowoso.
Lokasi pemusnahan berjarak sekitar 5 kilometer dari pemukiman warga. Sementara yang menyaksikan berjarak sekitar 250 meter.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dan dibagi menjadi dua tahap. Pembakaran pertama sebanyak 5 Kg dan berikutnya sebanyak 20 Kg.
Pemusnahan ini merupakan tindak lanjut hasil Operasi Pekat pada beberapa waktu lalu. Petugas mendapati salah seorang warga di Desa Taman, Kecamatan Grujugan n menyimpan bubuk mesiu.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial AR yang diduga hendak memperjualbelikan bahan peledak ilegal tersebut dari rumahnya.
Kasatreskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono menjelaskan, barang bukti berupa mesiu itu rencananya akan dipasarkan menjelang hingga setelah Hari Raya Idul Fitri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, total berat bahan peledak mencapai sekitar 25 kilogram dan akan dijual dengan nilai Rp5 juta.
“Dari hasil interogasi, barang tersebut tidak dijual eceran, tetapi langsung satu paket dengan berat keseluruhan sekitar 25 kilogram,” jelas Wawan.
Polisi juga mengungkap bahwa AR merupakan residivis dalam kasus serupa. Saat ini, penyidik masih menelusuri asal-usul bahan berbahaya tersebut.
Dari pengakuan tersangka, mesiu itu diperoleh dari seseorang berinisial S yang berada di wilayah Probolinggo.
Proses pemusnahan dilakukan menggunakan metode disposal oleh tim Gegana Brimob Bondowoso yang dipimpin Danki Gegana AKP Haryanto.
Kegiatan tersebut turut melibatkan personel Polsek Taman Krocok dan perwakilan dari kejaksaan guna memastikan prosedur berjalan sesuai ketentuan.
Wawan menegaskan, lokasi pemusnahan sengaja dipilih jauh dari pemukiman warga untuk menghindari resiko fatal. Menurutnya, daya ledak bahan peledak seberat 25 kilogram sangat besar dan berpotensi membahayakan jika tidak segera diamankan.
“Karena daya ledaknya sangat kuat, kami pilih lokasi yang jauh dari rumah warga demi keamanan bersama,” ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



