Jadi Tempat COD dan Ada Penitipan Motor di Jembatan Sentong Bondowoso
Jembatan Sentong akses Bondowoso-Jember sudah ditutup sejak ambles pada Senin 23 Februari 2026 lalu. Transportasi di jalur tersebut lumpuh total.
Bondowoso – Jembatan Sentong akses Bondowoso-Jember sudah ditutup sejak ambles pada Senin 23 Februari 2026 lalu. Transportasi di jalur tersebut lumpuh total.
Kini pemerintah menyiapkan jalan alternatif bagi pengendara, baik dari arah Bondowoso kota menuju Jember atau sebaliknya.
Begitu juga bagi warga Bondowoso kota yang hendak ke pusat perbelanjaan KDS atau ke tempat kuliner seperti Mie Gacoan, harus berputar lebih jauh jika ikut jalur alternatif.
Padahal KDS maupun Mie Gacoan sendiri hanya berjarak beberapa meter dari jembatan. Oleh karena itu, warga sekitar membuka jasa penitipan motor di seberang utara jembatan.
Kemudian setelah motor dititipkan, warga berjalan kaki ke seberang jembatan. Selanjutnya mereka memanfaat becak untuk sampai di tempat yang mereka tuju.
Kondisi ini juga membawa dampak ekonomi bagi tukang becak di Bondowoso, yang selama ini terdampak penutupan Jembatan Sentong.
Petugas penitipan motor, Sayamsul menjelaskan, jasa penitipan motor ini sudah dua hari lalu atau sejak Sabtu 7 Maret 2026 kemarin.
“Biasanya mereka yang titip yang mau ke KDS, mau ke Mie Gacoan,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, saat sore hari dan pagi hari volume kendaraan yang dititip banyak dibanding siang hari. Kalau di pagi hari, ada juga pegawai yang kantornya ada di seberang jembatan. Sementara sore hari orang mau belanja sehingga jumlahnya bisa sampai 100-an motor.
“Kalau pegawai, pagi naruh, siang balik. Baru sore hari naruh lagi,” paparnya sembari membetulkan kendaraan.
Menurutnya, dari ujung jembatan itu mereka biasanya naik bentor ke KDS dan Gacoan. Bahkan ada juga yang berjalan kaki meskipun cukup jauh.
Ia juga mengungkapkan, kondisi ini membuka peluang ekonomi bagi tukang becak. Warga pun justru terbantu, karena tarifnya hanya sekitar Rp 5.000.
Apalagi kata dia, sekarang di jalan alternatif ada perbaikan sehingga warga harus lewat Bunder, bisa habis bensin 1,5 liter.
Sementara untuk tarif jasa penitipan motor bersikap sukarela. Pemilik motor boleh memberikan berapapun, seikhlasnya. Bahkan penitipan motor ini rencananya juga akan dibuka malam hari.
“Tapi belum ada koordinasi lagi,” imbuh pria yang sehari-hari sebagai juru parkir di Masjid Al Abror Kembang tersebut.
Sementara itu, Taufik, salah seorang warga Kembang mengaku melakukan COD di Jembatan Sentong. Kadang ia COD makanan dan barang.
“Daripada harus muter jemput, atau penjualnya harus nganterin kan mending ketemu di sini. Jalan kaki di jembatan ini,” paparnya.
Ia berharap Jembatan Sentong ini dibangun lebih cepat agar transportasi masyarakat bisa kembali normal. “Bingung juga mau keluar, ndak keluar kalau gak penting. Apalagi pas bawa roda empat,” ucapnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



