Puluhan Massa di Bondowoso Demo Minta Pemerintah Tinjau Ulang Indonesia Gabung BoP
Massa aksi dari Komunitas KUMAIL saat melakukan protes atas bergabungnya Indonesia dengan BoP (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Puluhan Massa di Bondowoso Demo Minta Pemerintah Tinjau Ulang Indonesia Gabung BoP

Puluhan massa yang menamakan diri Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (Kumail) menggelar unjuk rasa damai di Alun-alun Ki Bagus Asra, Bondowoso, Jumat (13/2/2026) sore.

TIMES Bondowoso,Jumat 13 Februari 2026, 21:40 WIB
876
M
Moh Bahri

BONDOWOSOPuluhan massa yang menamakan diri Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (Kumail) menggelar unjuk rasa damai di Alun-alun Ki Bagus Asra, Bondowoso, Jumat (13/2/2026) sore.

Dalam aksi tersebut, peserta menyuarakan penolakan terhadap keputusan Indonesia yang disebut bergabung dalam organisasi internasional Board of Peace (BoP). 

Mereka mengaitkan BoP itu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi dan sejumlah poster bernada kritik.

Salah satu spanduk yang dibentangkan memuat tulisan bernada sindiran terkait dugaan alokasi dana hingga Rp 17 triliun untuk keanggotaan BoP. 

Tulisan tersebut juga menyinggung isu internasional yang ramai diperbincangkan, yakni Epstein Files. 

Koordinator aksi, Hasan Bin Mustafa Al Hadar menyampaikan, pihaknya meyakini Presiden RI Prabowo Subianto memiliki niat baik, termasuk dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina. 

Namun, ia mengaku khawatir jika keputusan bergabung ke BoP justru membawa dampak yang tidak diharapkan.

“Kami percaya Presiden punya niat baik. Tapi jangan sampai ada informasi yang keliru atau membuat beliau terseret dalam kepentingan tertentu,” ujarnya saat berorasi.

Hasan juga menyoroti isu penggunaan anggaran negara. Ia mempertanyakan kabar mengenai besaran dana yang disebut-sebut mencapai Rp 17 triliun untuk bergabung dalam organisasi tersebut. 

Menurutnya, anggaran sebesar itu seharusnya dapat diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak masyarakat.

Ia menyinggung kondisi sosial di daerah, termasuk kabar mengenai pelajar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami kesulitan ekonomi hingga tak mampu memenuhi kebutuhan sekolah.

Melalui aksi tersebut, Kumail mendesak pemerintah untuk meninjau ulang bahkan membatalkan keanggotaan Indonesia di BoP.

“Kalau memang merugikan rakyat, seharusnya Indonesia tidak perlu melanjutkan keanggotaan itu. Kami berharap pemerintah mempertimbangkan kembali demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan setempat yakni TNI, Polri dan sejumlah pihak lainnya. Setelah menyampaikan aspirasi massa membubarkan diri.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.