Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bondowoso Kian Parah Jelang Lebaran, Harga Tembus Rp24 Ribu
Gas Elpiji 3 Kg di sejumlah pengecer mulai habis. Sejumlah warga mengalami kesulitan mendapatkannya (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bondowoso Kian Parah Jelang Lebaran, Harga Tembus Rp24 Ribu

Warga Bondowoso kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg jelang Lebaran. Selain langka, harga gas melon di tingkat pengecer melonjak hingga Rp24 ribu per tabung.

TIMES Bondowoso,Rabu 18 Maret 2026, 16:12 WIB
1.4K
M
Moh Bahri

BONDOWOSOKelangkaan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah Bondowoso kian dirasakan warga menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 

Persoalan ini tak lagi sekadar keterlambatan distribusi, melainkan diduga berkaitan dengan tata kelola penyaluran yang bermasalah hingga memicu lonjakan harga di tingkat pengecer.

Di Desa Poler, Kecamatan Binakal, misalnya, seorang warga berinisial F harus menahan aktivitas memasak selama dua hari karena kehabisan gas. 

Upayanya berkeliling ke desa lain pun tak membuahkan hasil, lantaran stok di sejumlah toko kosong.

“Saya sudah mutar sampai ke desa sebelah, tapi semua toko pasang papan ‘Habis’. Kalaupun ada, harganya sudah tidak masuk akal, bisa sampai Rp 24 ribu,” ujarnya, Rabu (18/3/2026) dengan nada kecewa. 

Kondisi ini kontras dengan klaim pihak penyedia yang menyebut pasokan elpiji subsidi ke wilayah Karesidenan Besuki dalam kondisi aman. 

Di lapangan, warga justru harus bersaing untuk mendapatkan tabung gas di pangkalan resmi, bahkan tak jarang pulang dengan tangan hampa.

Hasil penelusuran menunjukkan adanya dugaan kebocoran distribusi, di mana elpiji subsidi berpotensi mengalir ke sektor yang tidak berhak. 

Selain itu, kebijakan pembelian menggunakan KTP yang dimaksudkan untuk pengawasan justru dinilai memperlambat distribusi hingga ke masyarakat.

Keluhan serupa disampaikan Fafan, warga Kelurahan Dabasah. Ia mengaku kesulitan mendapatkan gas melon dalam dua hari terakhir, baik di pangkalan maupun pengecer.

“Gak tahu kenapa gas melon kok akhir-akhir ini sulit. Sudah keliling ke pangkalan hingga pengecer gak ada semua. Kalaupun ada harganya gak ngotak, bisa tembus Rp 24 ribu,” tuturnya.

Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram ditetapkan sebesar Rp 18 ribu per tabung. Kondisi ini mendorong warga berharap adanya langkah tegas dari pemerintah dan pihak terkait untuk menertibkan distribusi.

Keluhan juga datang dari Rosi, warga Kecamatan Tenggarang. Ia mengaku harus mencari gas hingga ke luar wilayah tempat tinggalnya karena kelangkaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kalaupun ada, harganya di atas HET semua. Saya heran kenapa bisa begini,” katanya.

Rosi juga mempertanyakan pernyataan pihak terkait yang sebelumnya menyebut stok elpiji dalam kondisi aman. Menurutnya, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

“Jangan cuma bilang aman, warga kesulitan mendapat gas melon. Stok yang katanya aman itu ke mana,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.