Pendukung Paslon Bupati di Bondowoso Mengaku Dapat Ancaman Kekerasan Gegara Konten Parodi
TIMES Bondowoso/Ilustrasi ancaman kekerasan terhadap salah satu pendukung Paslon Bupati di Bondowoso (FOTO: pixabay)

Pendukung Paslon Bupati di Bondowoso Mengaku Dapat Ancaman Kekerasan Gegara Konten Parodi

Salah seorang pendukung pasangan calon (Paslon) bupati di Kabupaten Bondowoso nomor urut 01 Ra Hamid-Ra As'ad (Rahmad) bernama Daim mengaku mendapatkan ancaman dari orang tak dikenal.

TIMES Bondowoso,Kamis 5 Desember 2024, 11:18 WIB
12.9K
M
Moh Bahri

BONDOWOSOSalah seorang pendukung pasangan calon (Paslon) bupati di Kabupaten Bondowoso nomor urut 01 Ra Hamid-Ra As'ad (Rahmad) bernama Daim mengaku mendapatkan ancaman dari orang tak dikenal. 

Ancaman kekerasan dan intimidasi oleh orang tidak dikenal tersebut dilayangkan ke keluarga Daim di Dusun Bangsal Desa Kasemek, Kecamatan Tenggarang, Selasa (3/12/2024) malam. 

Daim menduga ancaman tersebut karena sebuah konten parodi Gus Bakri yang dibuat dan diunggah di akun TikTok pribadinya.

Sebenarnya kata dia, konten itu untuk memberikan pencerahan dan upaya penyadaran kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh asumsi-asumsi dan klaim kemenangan oleh pasangan 02 Bambang-Gus Bakir (Bagus). 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian. Salah seorang pemuda sekaligus saksi bernama Mamat (samaran) membeberkan kronologi kejadian. 

Menurutnya, pelaku pengancaman kekerasan ini diduga beralamat di Desa Kejayan Pujer. Pelaku datang bersama dua orang temannya sekitar pukul 23.00 WIB ke rumah ibu Daim. 

"Awalnya Tayyip ini menelfon saya, menanyakan informasi rumah pemuda (Gus Bakri) yang ada di konten tersebut. Lalu saya tunjukkan rumahnya, kebetulan masih tetangga saya," kata pemuda yang tidak mau disebut nama aslinya itu.

Kemudian Tayyib dan kedua orang temannya ini datang ke rumah ibu pemuda yang berperan sebagai Gus Bakri. 

“Mereka mengancam akan melakukan kekerasan jika konten-konten tersebut masih diteruskan,” jelas dia. 

Sementara Daim selaku korban pengancaman membenarkan bahwa dirinya mendapat ancaman kekerasan dari seorang yang tidak dikenal. 

Dia menyayangkan jika dalam proses demokrasi masih ada cara-cara premanisme yang dimainkan.

"Iya benar mas, saya diancam dan mereka 3 orang tak dikenal datang ke rumah ibu saya sampai ibu saya," kata dia.

Daim sangat menyayangkan jika dalam proses demokrasi pada momentum pilkada ini masih ada saja cara-cara premanisme yang dipakai. 

“Padahal ini adalah negara demokrasi yang siapapun boleh menyampaikan pendapat di muka umum,” pungkasnya pada TIMES Indonesia, Kamis (5/12/2024). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.