Dinsos Bondowoso Akui Tak Ada Anggaran Pemakaman Jenazah Bayi yang Ditelantarkan
Proses pemakaman jenazah bayi yang ditelantarkan oleh orang tuanya sendiri di Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Dinsos Bondowoso Akui Tak Ada Anggaran Pemakaman Jenazah Bayi yang Ditelantarkan

Setelah melalui proses autopsi forensik, jenazah balita di Bondowoso yang sengaja dibuang oleh orang tuanya telah dimakamkan.

TIMES Bondowoso,Selasa 31 Maret 2026, 10:35 WIB
981
M
Moh Bahri

BONDOWOSOSetelah melalui proses autopsi forensik, jenazah balita di Bondowoso yang sengaja dibuang oleh orang tuanya telah dimakamkan.

Jenazah dimakamkan di kompleks pemakaman khusus Mr. X Milik RSUD Koesnadi Bondowoso, di Desa Locare, Kecamatan Curahdami, Sabtu (28/3/2026) kemarin. 

Jenazah bayi perempuan itu dimakamkan sepekan setelah ditemukan di sebuah gazebo di Binakal, Kabupaten Bondowoso pada 19 Maret 2026 lalu.

Namun operasional anggaran pemakaman jenazah bayi tersebut tidak ditanggung pemerintah, tapi dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Bazans) setempat. 

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), dr. Mohammad Imron menyampaikan, pemerintah tidak menganggarkan untuk penanganan kasus seperti itu.

Oleh karena itu kata dia, Dinsos kemudian berkoordinasi dengan PPA Polres dan Badan Baznas Bondowoso. 

"Dan Alhamdulillah memang ada bantuan Baznas untuk biaya pemakaman. Tapi kan kebutuhan itu bisa lebih dari yang diberikan," katanya, Selasa (31/3/2026). 

Menurutnya, kasus seperti ini memang jarang. Ia berharap hal serupa tidak berulang. Namun dirinya akan menyampaikan ke Tim Anggaran, bahwa diperlukan anggaran untuk kebutuhan kasus seperti ini. 

Anggaran seperti ini lanjut dia, beda dengan nggaran untuk Bansos yang memang sudah ada posnya. Mulai dari DBHCHT dan pemerintah pusat

Meskipun tidak dianggarkan di APBD 2026 tapi dirinya akan mengusulkan di P-APBD 2026. "Karena belum pembahasan P-APBD," paparnya. 

Menurutnya, APBD 2026 merupakan hasil perencanaan di tahun 2025. Namun untuk kasus seperti ini selama ini tidak ada anggaran khusus yang muncul dalam DPA. 

"Itu memang belum ada setelah kita pelajari memang tidak ada, makanya nanti di P-APBD semoga ada," harapnya. 

Menurutnya, kasus penemuan jenazah bayi jarang terjadi. Ia berharap tidak ada kejadian serupa. 

"Tapi kan antisipasi saja, walaupun seperti Basnaz itu akan bekerjasama dengan kita. Namun kita tidak mau merepotkan," pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.