Musrenbang Bondowoso 2027 Dibanjiri Usulan, Infrastruktur Masih Dominan
Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid saat memberikan sambutan dan arahan dalam Musrembang RKPD 2027 (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Musrenbang Bondowoso 2027 Dibanjiri Usulan, Infrastruktur Masih Dominan

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menerima ratusan usulan program dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.

TIMES Bondowoso,Senin 30 Maret 2026, 16:33 WIB
401
M
Moh Bahri

BONDOWOSOPemerintah Kabupaten Bondowoso menerima ratusan usulan program dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.

Kegiatan Musrenbang tingkat kabupaten tersebut digelar di Pendopo Ki Ronggo, Bondowoso, pada Senin (30/3/2026), sebagai puncak dari rangkaian perencanaan pembangunan yang sebelumnya telah dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

Berdasarkan data dari Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), tercatat sebanyak 689 usulan masuk melalui Musrenbang kecamatan. Dari jumlah tersebut, 249 usulan telah disepakati.

Selain itu, usulan yang berasal dari pokok-pokok pikiran (Pokpir) DPRD dan diinput melalui sistem SIPD-RI mencapai 979 usulan.

Kepala Bapperida Bondowoso, Anisatul Hamidah, menjelaskan bahwa usulan yang masuk mencakup berbagai sektor pembangunan. Mulai dari infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, hingga peningkatan layanan kesehatan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua usulan akan langsung direalisasikan. Seluruh program akan melalui proses verifikasi dan penyelarasan dengan prioritas pembangunan daerah.

“Semua usulan akan kita rangkum. Selanjutnya akan disisir kembali agar selaras dengan program prioritas daerah,” ujarnya.

Menurutnya, sektor infrastruktur masih menjadi usulan yang paling dominan, terutama terkait perbaikan jalan, sarana pertanian, dan fasilitas pendidikan.

Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, menegaskan bahwa setiap usulan akan dipertimbangkan secara matang dengan memperhatikan skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Usulan yang masuk akan disesuaikan dengan visi, misi, dan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan,” kata Bupati Hamid.

Menurutnya, Musrenbang bukan hanya forum seremonial, tetapi menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah.

Ia berharap, melalui Musrenbang ini, proses pembangunan di Bondowoso semakin partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

“Kita harus memiliki satu cara pandang yang sama dalam menentukan arah pembangunan Bondowoso ke depan,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.