IAIT Pacitan Perbanyak Kerjasama dengan Mitra, Cara Jitu Genjot Teknologi dan Kewirausahaan
Penandatanganan MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi antara IAIT Pacitan dengan mitra, Rabu (19/11/2025). (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

IAIT Pacitan Perbanyak Kerjasama dengan Mitra, Cara Jitu Genjot Teknologi dan Kewirausahaan

Dengan kerja sama bersama mitra, IAIT Pacitan diharapkan menjadi pelopor lahirnya kajian dan regulasi keislaman berbasis teknologi, selain mendorong literasi digital bagi mahasiswa.

TIMES Bondowoso,Rabu 19 November 2025, 16:56 WIB
287.2K
Y
Yusuf Arifai

PACITANInstitut Agama Islam Attarmasi Pacitan (IAIT Pacitan) punya cara tersendiri untuk menggenjot dan menjadi motor penggerak kemajuan teknologi dan kewirausahaan di daerah.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama Tri Dharma perguruan tinggi dengan puluhan lembaga mitra, Rabu (19/11/2025).

Rektor IAIT Pacitan, Prof Dr H Musa Asy’arie, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya diam menghadapi kegaduhan sosial yang menurutnya kini justru menjadi komoditas.

“Semakin gaduh, semakin mahal harganya. Dalam kondisi seperti ini, perguruan tinggi harus memberi solusi. Pacitan punya potensi besar, terutama wisata. Jangan sampai potensi ini tergerus oleh kegaduhan,” ujarnya.

Menurut Prof Musa, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menjaga produktivitas masyarakat dan mendorong perkembangan ekonomi daerah.

Era Baru Penguatan IT dan Lahirnya Fikih Teknologi

Dalam arahannya, Prof Musa menyampaikan perlunya kampus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Teknologi informasi, katanya, telah mendominasi hampir seluruh aktivitas manusia.

“Hidup kita sekarang dikuasai IT. Bahkan menceraikan istri saja bisa lewat WhatsApp. Tapi fikih IT belum lahir. Kita masih memakai fikih lama. Perguruan tinggi harus menjawab ini,” tegasnya.

IAIT Pacitan diharapkan menjadi pelopor lahirnya kajian dan regulasi keislaman berbasis teknologi, selain mendorong literasi digital bagi mahasiswa.

Penguatan Kewirausahaan untuk Kemandirian Alumni

Rektor IAIT juga menekankan pentingnya pembekalan kewirausahaan. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kemampuan menciptakan pekerjaan, bukan hanya mencari pekerjaan.

“Kewirausahaan harus diperkuat agar mahasiswa bisa hidup mandiri dari kemampuan mereka sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa strategi pemasaran kampus tidak bisa bergantung pada masa pendaftaran. Kampus harus aktif sepanjang tahun agar keberadaan perguruan tinggi tetap kompetitif.

Pembelajaran Adaptif menuju Dunia ‘Kotak’

Prof Musa mengajak perguruan tinggi meninggalkan pola lama yang hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pemanfaatan teknologi pembelajaran harus diperbesar, termasuk kuliah online.

“Zaman sudah berubah. Kita masuk dunia kotak: HP, TV, semua aktivitas manusia diambil alih oleh perangkat itu. IAIT harus berpikir ke arah sana,” ujar dia.

Menurutnya, jika perguruan tinggi tidak beradaptasi dengan dunia digital, maka sulit untuk bersaing di era global.

Dewan Masyayikh: Perguruan Tinggi Harus Bersatu

Sementara itu, Dewan Masyayikh IAIT Pacitan, KH Luqman Al Hakim Harits Dimyathi, menegaskan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi di Pacitan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Perguruan tinggi di Pacitan harus bersama-sama, tidak terkotak-kotak. MoU ini terbaik untuk kita semua,” ujarnya.

Ia menyinggung konsep musyarakah dalam tasawuf sebagai dasar pentingnya kolaborasi lembaga pendidikan.

Pemkab Pacitan Beri Dukungan Penuh

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji yang diwakili staf ahli, Prayitno, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap langkah IAIT Pacitan.

“Kami berharap kerja sama ini melahirkan program inovatif yang memberi kontribusi langsung bagi Pacitan, mulai peningkatan kapasitas mahasiswa, pendampingan masyarakat, hingga riset yang relevan dengan kebutuhan daerah,” jelasnya.

Pemkab Pacitan siap memfasilitasi kolaborasi lanjutan antar perguruan tinggi dan dinas terkait.

Perguruan Tinggi Pacitan Diminta Tak Berjalan Sendiri

Mewakili perguruan tinggi mitra, Bakti Sutopo mengatakan selama ini kampus-kampus di Pacitan belum solid sehingga kerap dipandang sebelah mata oleh pihak luar.

“Kita seperti sapu lidi yang belum diikat. Masih individual. Karena itu kolaborasi yang digagas IAIT sangat penting untuk memperkuat posisi perguruan tinggi di Pacitan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antar kampus akan memperkuat kontribusi sektor pendidikan untuk mendukung program pembangunan daerah.

Daftar Lembaga Mitra yang Hadir

Penandatanganan kerja sama ini diikuti berbagai lembaga, di antaranya:

  • Peradi
  • Bakesbangpol Pacitan
  • BPS Pacitan
  • AKN Pacitan
  • Bappedalitbang
  • Pemkab Pacitan
  • BMT Al Wakil
  • Pengadilan Agama Pacitan
  • ISIMU Pacitan
  • STKIP PGRI Pacitan
  • Kemenag Pacitan
  • STAINU Pacitan
  • Ma’had Aly Al-Tarmasi Pacitan
  • Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian
  • Disdagnaker Pacitan
  • Dinas Pendidikan Pacitan

Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting bagi IAIT Pacitan untuk mendorong kebangkitan teknologi dan kewirausahaan daerah, sekaligus mengokohkan peran perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat Pacitan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.