Inovasi Pembelajaran, SD di Madiun Tanam Kebiasaan Baik Lewat Kebun Sayuran
Siswa SDN Bukur 02 sedang merawat kebun sayuran di sekolah. (FOTO: Heny Erawati/TIMESIndonesia)

Inovasi Pembelajaran, SD di Madiun Tanam Kebiasaan Baik Lewat Kebun Sayuran

Melalui kebun sayuran, murid tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga belajar langsung dari alam tentang tanggung jawab, ketekunan, dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

TIMES Bondowoso,Minggu 16 November 2025, 16:53 WIB
200.7K
Y
Yupi Apridayani

MADIUNKebun sayuran yang dibuat dan dirawat siswa SDN Bukur 02, Kabupaten Madiun tidak hanya sekadar aktivitas bertanam. Namun sebagai sarana pembelajaran kontekstual dan tempat menumbuhkan karakter peduli lingkungan. 

Melalui kebun sayuran, murid tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga belajar langsung dari alam tentang tanggung jawab, ketekunan dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Anak-anak antusias belajar menanam, menyiram, bahkan memberi nama pada setiap tanaman yang mereka rawat,” tutur Heny Erawati SPd Kepala SD Bukur 02.

article
Hasil kebun sayuran di SDN Bukur 02 juga dibagikan ke orang tua/wali murid serta warga sekitar. (FOTO: Heny Erawati/TIMESIndonesia) 

Selain memperindah lingkungan, kebun ini juga berfungsi sebagai media belajar lintas mata pelajaran. Murid bisa belajar sains melalui proses pertumbuhan tanaman, matematika melalui pengukuran tinggi tanaman, dan pendidikan karakter melalui kerja sama merawat kebun.

"Suasana sekolah menjadi lebih sejuk dan asri, udara lebih bersih, serta murid menjadi lebih aktif dan gembira. Guru pun memiliki sumber belajar baru yang menarik dan menyenangkan, " ungkap Heny. 

Tak hanya itu, hasil panen sayuran dan tanaman obat digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik dan program green living, seperti membuat sayur untuk Makan Sehat dan Bergizi serta membuat minuman herbal sederhana seperti “Senjaku Manis” (Sereh, Jahe, Laos, Kunyit dan Kayu Manis). 

Hasil sayuran tidak hanya untuk membuat sayur dan dikonsumsi bersama siswa dan guru, tetapi hasil sayur juga dibagi-bagi kepada wali murid orang tua dan juga warga masyarakat sekitar sekolah.

Program ini diawali dengan perencanaan bersama antara guru, murid, dan komite sekolah. Setelah menentukan lokasi, lahan dibersihkan dan diolah menjadi bedengan kecil. Murid kemudian dibagper kelompok untuk menanam berbagai jenis tanaman seperti cabai, tomat, kangkung, jahe, kunyit, serta tanaman hias. 

"Kegiatan ini dilakukan dengan semangat gotong royong dan rasa tanggung jawab bersama," jelasnya. 

Melalui kebun sayuran, sekolah berharap dapat menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Bukan hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam nilai-nilai kehidupan seperti kerja keras, kepedulian, dan rasa syukur atas ciptaan Tuhan. 

Kebun sayuran di SDN Bukur 02, Kabupaten Madiun merupakan bagian upaya mendapat predikat sekolah adiwiyata.  Yakni melalui inovasi kegiatan yang tidak hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap alam. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yupi Apridayani
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.