Peserta OSN Bondowoso Sempat Kehilangan Semangat Belajar Setelah Sempat Ramai Tak Bisa Ikut
Polemik pengumuman Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bondowoso, tidak hanya memicu protes dari para orang tua siswa.
BONDOWOSO – Polemik pengumuman Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bondowoso, tidak hanya memicu protes dari para orang tua siswa.
Persoalan tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis, para peserta yang sempat kehilangan motivasi belajar karena mengira perjuangan mereka selama berbulan-bulan berakhir sia-sia.
Harapan itu kini kembali muncul setelah pemerintah memastikan akan menerbitkan pengumuman susulan bagi peserta asal Bondowoso.
Salah seorang perwakilan wali murid peserta OSN, Linda, menceritakan momen ketika pengumuman pertama diumumkan. Ia mengaku langsung mencari nama anaknya, namun tidak menemukan satu pun peserta dari Bondowoso.
"Saya searching Bondowoso, loh kok ternyata Bondowoso enggak ada. Nah baru dari situlah kita para wali murid saling WA, saling komunikasi, loh kok enggak bisa enggak ada," tuturnya.
Temuan tersebut kemudian mendorong para wali murid mendatangi Dinas Pendidikan hingga melakukan hearing bersama DPRD Bondowoso, Kamis (2/7/2026).
Dalam pertemuan itu, mereka memperoleh kepastian bahwa seluruh berkas peserta dari Bondowoso telah berhasil diunggah dan akan diakomodasi melalui pengumuman susulan.
"Hari ini kami juga sudah memastikan bahwa berkas-berkas dari Kabupaten Bondowoso sudah terupload dengan sempurna," katanya.
Di balik polemik administrasi tersebut, dampak terbesar justru dirasakan para siswa. Linda mengungkapkan, anaknya yang selama ini tekun mempersiapkan diri untuk OSN sempat mengalami penurunan semangat belajar setelah hasil pengumuman pertama diumumkan.
"Sempat down. Habis itu sempat sampai dengan belum ada kepastian ini tidak belajar sama sekali,” kata Linda.
Sebagai orang tua, ia berusaha terus memberikan semangat kepada anaknya agar tidak menyerah sembari menunggu kepastian dari pemerintah.
“Padahal saya sudah bilang, mama akan berjuang dulu. Mama akan berjuang dulu deh. Adik tetap semangat belajar, doakan mama," imbuhnya.
Linda menjelaskan, persiapan anaknya untuk mengikuti OSN telah dilakukan sejak duduk di kelas III sekolah dasar. Selama hampir satu tahun, anaknya rutin mengikuti les daring dan mengerjakan latihan soal setiap hari sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
"Kalau persiapannya itu pasti les. Les online ya. Kami mengambil les online saja supaya tidak terlalu capek ke fisik anak. Dan tiap hari wajib minimum mengerjakan 5-10 soal," ungkapnya.
Menurutnya, proses pembinaan tersebut juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, para orang tua berharap kerja keras dan pengorbanan anak-anak tidak hilang hanya karena persoalan teknis dalam proses pengumuman.
Setelah adanya kepastian mengenai pengumuman susulan, semangat belajar anaknya mulai kembali meski belum sepenuhnya pulih seperti sebelumnya.
"Iya, akhirnya semangat lagi. Walaupun mungkin agak sedikit berkurang ya," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

