Begini Cerita Mahasiswi UNEJ Asal Bondowoso yang Nyaris Jadi Korban Begal di Jalan Desa Pancoran
Mahasiswi asal Desa Jetis, Kecamatan Curahdami Bondowoso itu diduga menjadi korban percobaan begal saat melintas di jalan gelap wilayah Desa Pancoran, Kabupaten Bondowoso, Kamis (21/5/2026) malam.
BONDOWOSO – Perjalanan pulang kuliah yang semestinya berlangsung normal berubah menjadi pengalaman mencekam bagi Aurel Aulia Faramesti.
Mahasiswi asal Desa Jetis, Kecamatan Curahdami Bondowoso itu diduga menjadi korban percobaan begal saat melintas di jalan gelap wilayah Desa Pancoran, Kabupaten Bondowoso, Kamis (21/5/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ketika Aurel pulang seorang diri dari Jember menuju rumahnya. Kejadian nahas itu viral di sejumlah platform media sosial.
Menurut pengakuannya, kondisi jalan pada awal perjalanan masih cukup ramai sehingga dirinya merasa aman melintas di jalur tersebut.
Namun suasana berubah saat ia memasuki kawasan yang minim penerangan dan sepi kendaraan. Di tengah perjalanan, sebuah sepeda motor melaju kencang dan menyalipnya dari arah belakang.
“Saya memang pulang sendiri malam itu. Awalnya masih ramai, tapi setelah masuk jalan yang gelap suasananya sepi sekali,” katanya saat, Senin (25/5/2026).
Sesaat sebelum tiba di tikungan terakhir dekat lokasi kejadian, korban mengaku tiba-tiba didekati seseorang dari sisi kanan. Pelaku kemudian memukul bagian kepalanya hingga ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari sepeda motor.
Beruntung, Aurel mengenakan helm full face sehingga benturan tidak menyebabkan luka serius di bagian wajah maupun kepala.
Dalam kondisi panik, ia mengaku langsung berusaha menyelamatkan diri dengan berlari. Namun pelaku diduga mencoba merampas tas selempang yang dibawanya. Tarikan tersebut membuat korban kembali terjatuh.
“Pas tas ditarik dari belakang, saya langsung teriak minta tolong,” katanya mengenang kejadian buruk itu.
Tas yang dipertahankan korban berisi dua telepon genggam, dompet, serta kunci sepeda motor. Teriakan korban akhirnya mengundang perhatian warga sekitar sehingga pelaku diduga panik dan melarikan diri tanpa berhasil membawa barang berharga milik korban.
Akibat kejadian itu, Aurel mengalami sejumlah luka lecet pada tangan dan lutut. Bahkan kuku jari kaki kanannya dilaporkan terlepas akibat benturan saat terjatuh.
Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi korban. Ia mengaku kapok melintas sendirian pada malam hari, terutama di jalur yang minim penerangan.
“Jalannya gelap sekali, hampir tidak ada lampu penerangan,” ungkapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

