Polres Bondowoso Ungkap Peredaran Obat Terlarang Sebelum dan Selama Ramadan
Polres Bondowoso ungkap 10 kasus penyakit masyarakat dalam Operasi Pekat 2026. Polisi amankan ribuan obat keras berbahaya, miras oplosan, dan tangani kasus judi online. Langkah ini untuk ciptakan Ramadan kondusif.
MALANG – Kepolisian Resor Bondowoso mengungkap sedikitnya 10 kasus kriminalitas selama pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar sejak Februari hingga awal Maret 2026.
Operasi tersebut menyasar berbagai aktivitas yang dinilai meresahkan masyarakat, mulai dari praktik perjudian hingga peredaran minuman keras oplosan dan obat keras berbahaya yang diduga banyak menyasar kalangan pemuda.
Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, menjelaskan bahwa Operasi Pekat merupakan langkah kepolisian untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang dan selama bulan Ramadan.
“Selama pelaksanaan operasi, kami berhasil mengungkap sekitar 10 kasus yang berkaitan dengan penyakit masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip TIMES Indonesia, Sabtu (7/3/2026).
Dari total kasus yang terungkap, polisi menangani dua perkara judi online, sejumlah kasus premanisme, serta satu kasus terkait peredaran minuman keras oplosan dan obat keras berbahaya (okerbaya).
Seluruh perkara tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan dan penanganan lebih lanjut oleh jajaran kepolisian.
Khusus untuk kasus peredaran miras oplosan, polisi masih melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih luas.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, minuman beralkohol berkadar tinggi itu diduga dijual kepada para pemuda yang kerap berkumpul saat ngabuburit maupun ketika menunggu waktu sahur.
Selain itu, petugas juga mengamankan ribuan butir obat keras berbahaya jenis pil berlogo Y yang diduga diedarkan secara ilegal.
Secara keseluruhan, barang bukti yang berhasil disita mencapai 4.151 butir pil yang berpotensi disalahgunakan, terutama oleh kalangan remaja.
Kapolres berharap melalui operasi tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga sehingga warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.
“Melalui operasi ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



