Kementerian dan Lembaga Kembalikan Anggaran Rp3,5 Triliun, Purbaya: Tak Mampu Belanjakan
TIMES Bondowoso/Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (FOTO: Antara)

Kementerian dan Lembaga Kembalikan Anggaran Rp3,5 Triliun, Purbaya: Tak Mampu Belanjakan

Sejumlah K/L mengembalikan anggaran Rp 3,5 triliun ke Kemenkeu karena gagal merealisasikan belanja hingga akhir tahun. Menteri Keuangan Purbaya menegaskan dana akan dialihkan ke pos lain agar tidak menganggur.

TIMES Bondowoso,Sabtu 15 November 2025, 12:57 WIB
254.8K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTAMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah kementerian/lembaga (K/L) telah mengembalikan anggaran sebesar Rp 3,5 triliun kepada Kementerian Keuangan. Pengembalian dilakukan karena belanja yang direncanakan tidak dapat direalisasikan hingga akhir tahun anggaran.

“Sedang kami pelajari ini kan sedang gerak. Rata-rata masih sesuai rencana, tapi ada juga beberapa yang nyerah dan balikin uang ke kita. Kita hitung-hitung ada Rp 3,5 triliun yang dibalikin sampai dengan sekarang karena mereka nggak mampu belanjain,” ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025).

Purbaya tidak merinci K/L mana saja yang mengembalikan anggaran tersebut. Namun ia menegaskan bahwa sebagian program memang tidak sanggup memenuhi target belanja yang sebelumnya ditetapkan.

Monitoring Serapan dan Potensi Realokasi

Kemenkeu sebelumnya menyatakan akan menugaskan pegawai untuk memantau serapan program yang realisasinya melambat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jika hingga akhir Oktober perhitungan menunjukkan anggaran tidak dapat terserap maksimal, Kemenkeu akan melakukan realokasi ke pos lain atau digunakan untuk mengurangi defisit.

“Kalau kita antisipasi penyerapannya hanya akan sekian, ya kita ambil juga uangnya. Kita sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit atau untuk mengurangi utang,” kata Purbaya dalam pernyataan sebelumnya pada Jumat (19/9/2025).

Ia menegaskan tidak ada anggaran yang dibiarkan menganggur hingga tutup tahun anggaran.

Realisasi Belanja Masih Melambat

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, melaporkan bahwa hingga awal Oktober realisasi belanja K/L mencapai Rp 815 triliun, atau 55 persen dari total belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.481,7 triliun.

Rinciannya yakni Belanja pegawai: 77%, Belanja bantuan sosial (bansos): 72%, Belanja barang: 45%, dan Belanja modal: 45%

Serapan belanja barang dan belanja modal yang masih rendah turut memengaruhi lambatnya realisasi anggaran secara keseluruhan.

Kemenkeu memastikan proses evaluasi dan penyesuaian akan terus dilakukan hingga akhir tahun anggaran untuk menjaga efektivitas belanja dan stabilitas fiskal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.