Pangan Murah Jelang Idulfitri Diserbu Warga, Polres dan Bulog Sediakan 8 Ton Beras
Menjelang Idulfitri, Polres Bondowoso bersama Bulog dan pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
BONDOWOSO – Menjelang Idulfitri, Polres Bondowoso bersama Bulog dan pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, Jumat (13/3/2026).
Program yang dilaksanakan secara serentak secara nasional itu menyediakan berbagai komoditas bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, hingga gula pasir.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, Polri, dan Bulog untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap mudah mendapatkan bahan pokok menjelang Lebaran.
“Ini bentuk kepedulian pemerintah bersama stakeholder, baik Bulog, Polri, maupun pemerintah daerah, agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut disiapkan sejumlah komoditas pangan untuk masyarakat. Di antaranya 8 ton beras, 600 liter minyak goreng, serta 100 kilogram gula pasir.
Menurut Aryo, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pemerintah pusat dan Mabes Polri melalui zoom meeting, stok pangan nasional saat ini dipastikan dalam kondisi aman.
Direktur Utama Bulog juga telah menyampaikan bahwa ketersediaan bahan pokok secara nasional mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
“Mulai sekarang sampai Desember nanti, ketersediaan pangan pokok secara nasional dalam kondisi cukup dan terpenuhi,” katanya.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying menjelang Idul Fitri. Pemerintah disebut terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
Sejak dibuka sekitar pukul 08.00 WIB, kegiatan tersebut langsung diserbu warga. Masyarakat datang untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Antusias masyarakat sangat tinggi. Bahan pokok yang disiapkan Alhamdulillah habis terdistribusi dan masyarakat bisa mendapatkannya dengan mudah serta dengan harga lebih murah dari harga pasar,” ungkapnya.
Untuk menjaga pemerataan, petugas juga memberlakukan pembatasan pembelian pada beberapa komoditas. Khusus minyak goreng, setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua liter.
“Minyak goreng kita batasi dua liter per orang karena minat masyarakat terhadap komoditas tersebut sangat tinggi,” pungkas Aryo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


