https://bondowoso.times.co.id/
Berita

Ulama Muda Jatim Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:05
Ulama Muda Jatim Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Ulama muda Jawa Timur sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa Bondowoso, KH. Muhammad Nawawi mengajak masyarakat tetap menjaga kondusifitas (FOTO: dokumen pribadi)

TIMES BONDOWOSO, BONDOWOSO – Gelombang demonstrasi yang akhir-akhir ini terjadi di berbagai daerah, terutama di Jakarta yang menyebabkan salah seorang Ojol meninggal dunia, turut mendapat sorotan dari kalangan ulama.  

Salah satu tanggapan datang dari ulama muda Jawa Timur sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa Bondowoso, KH. Muhammad Nawawi atau yang akrab disapa Gus Nawawi.

Gus Nawawi mengingatkan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara. Namun ia menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif, dan menghindari segala bentuk tindakan anarkis yang justru merugikan banyak pihak.

“Semoga di Jakarta segera kondusif, jangan sampai merembet ke daerah lainnya. Yang utama, kedepankan keselamatan pribadi dan keamanan umum,” ujarnya pada TIMES Indonesia, Minggu (30/8/2025). 

Menurut Gus Nawawi, dinamika aksi di Jakarta sejatinya berjalan cukup tertib sejak awal. Ia bahkan mengapresiasi sikap aparat kepolisian yang dinilainya cukup humanis, seperti membagikan air minum dan makanan kepada peserta aksi. 

Hal inikata dia, menunjukkan bahwa hubungan antara massa dan aparat bisa berjalan harmonis jika tidak ada pihak-pihak yang mengacaukan situasi.

Sayangnya, kondisi damai itu seringkali ternodai oleh keberadaan oknum yang sengaja menyusup ke tengah massa. Provokator tersebut lanjut dia, berusaha memancing keributan dengan tujuan membenturkan massa aksi dengan aparat kepolisian.

“Mereka sama dengan kita, punya keluarga yang menanti di rumahnya. Tidak sedikit juga dari pihak kepolisian yang mengalami luka-luka. Padahal polisi itu ada juga kalangan santri dan para penghafal Qur’an, pasti santun,” ungkapnya.

Gus Nawawi menegaskan, dalam setiap peristiwa demonstrasi, aparat kepolisian pada dasarnya hanya menjalankan tugas dan perintah atasan. 

Menurutnya, wajar jika dalam pelaksanaan tugas terdapat kesalahan, namun kesalahan tersebut harus dipertanggungjawabkan secara individu, bukan ditimpakan pada institusi secara keseluruhan.

“Akan tetapi jika salah mengambil tindakan dalam menjalankan tugas, tetap akan ditindak tegas,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan narasi yang menyudutkan seluruh institusi kepolisian hanya karena tindakan segelintir oknum.

“Jangan karena oknum yang salah mengambil tindakan saat bertugas, institusi Polri dan anggota yang lain yang menjadi sasaran kesalahan. Kapolri tegas akan menindak oknum yang lalai dan tidak mengikuti perintah saat menjalankan tugas,” pungkasnya. (*)

 

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bondowoso just now

Welcome to TIMES Bondowoso

TIMES Bondowoso is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.