https://bondowoso.times.co.id/
Berita

Kasus Meningkat, DPRD Bondowoso Soroti Anggaran Penanganan HIV/AIDS

Senin, 19 Januari 2026 - 15:46
Kasus Meningkat, DPRD Bondowoso Soroti Anggaran Penanganan HIV AIDS Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMES BONDOWOSO, BONDOWOSO – Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bondowoso terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada penambahan 155 orang dengan status positif HIV/AIDS.

Poja TB-HIV Bondowoso mencatat, dari jumlah tersebut empat orang merupakan anak usia di bawah empat tahun, serta lima orang berusia 15–19 tahun.

Selain itu, terdapat 14 orang pada rentang usia 20–24 tahun. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia produktif 25–49 tahun, yakni sebanyak 106 orang. Sementara penderita berusia di atas 50 tahun tercatat sebanyak 26 orang.

Komisi IV DPRD Bondowoso menyoroti keterbatasan anggaran penanganan HIV/AIDS pada tahun 2026. 

Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid mengatakan, anggaran tahun ini mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi. 

Jika pada tahun sebelumnya dialokasikan sekitar Rp300 juta, maka tahun ini jumlahnya dipastikan lebih kecil, meski nominal pastinya belum diketahui.

Menurut Majid, tantangan saat ini bukan semata soal besaran anggaran, melainkan strategi dalam menghadapi keterbatasan tersebut agar upaya tracing dan tracking tetap berjalan optimal. 

Salah satu langkah yang didorong adalah pelaksanaan screening dan sosialisasi di lingkungan pondok pesantren.

“Pesantren harus kita jaga dan amankan, terutama agar para santri terbebas dari penyakit yang diindikasi berbahaya,” katanya, Senin (19/1/2026).

Selain itu, Komisi IV juga mendorong pelaksanaan screening TB-HIV di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagai bentuk keteladanan. 

Rencana aksi tersebut kata dia, akan segera disusun dan diharapkan dapat direalisasikan tahun ini.

“Ini bentuk tanggung jawab bersama. ASN harus menjadi contoh pertama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan komitmen lintas organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga tidak menjadi beban Dinas Kesehatan dan Pokja TB-HIV semata.

Senada, Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat, meminta Dinas Kesehatan untuk lebih proaktif dalam menanggulangi HIV/AIDS di tengah keterbatasan anggaran.

“Dengan kondisi anggaran yang sangat terbatas, keseriusan dan upaya Dinkes harus lebih ditingkatkan ke depan,” ujarnya. (*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bondowoso just now

Welcome to TIMES Bondowoso

TIMES Bondowoso is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.