TIMES BONDOWOSO, BONDOWOSO – Kabupaten Bondowoso kini tampil lebih terang dan tertata menyusul pemasangan lampu navigasi darat serta lampu high mast di sejumlah ruas jalan strategis.
Fasilitas penerangan ini tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso, Sigit Purnomo mengatakan, pemasangan lampu tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pasalnya, ruas jalan yang dipasangi lampu merupakan jalan provinsi yang berada di wilayah Bondowoso.
“Secara kewenangan itu milik provinsi. Namun karena berada di wilayah kabupaten, kami harus aktif berkoordinasi. Alhamdulillah, provinsi merespons dengan baik,” ujar Sigit, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, lampu navigasi darat memiliki fungsi utama sebagai penunjuk arah dan pendukung keselamatan, terutama saat terjadi kondisi darurat atau gangguan pada penerangan utama. Karena itu, keberadaannya tidak semata untuk estetika kota.
“Ini bukan sekadar hiasan. Lampu navigasi berfungsi sebagai penanda dan penunjuk arah ketika kondisi darurat terjadi,” jelasnya.
Lampu navigasi tersebut dipasang di sejumlah jalan dengan lalu lintas harian tinggi, di antaranya Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman. Penempatan ini juga sebagai langkah antisipasi meningkatnya volume kendaraan seiring rencana beroperasinya Gerbang Tol Situbondo Barat.
Selain lampu navigasi, Dishub Bondowoso juga mencatat pemasangan tiga titik lampu high mast dengan jangkauan pancar luas. Lampu tersebut berada di Bundaran Nangkaan, kawasan Bin Ali, dan Tugu Tape Curahdami.
“Lampu high mast berfungsi meningkatkan visibilitas pengendara dan pejalan kaki, sekaligus sebagai upaya mitigasi risiko kecelakaan maupun bencana,” tambahnya.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah dan sempitnya ruang fiskal, Dishub menilai kolaborasi lintas pemerintahan menjadi kunci keberlanjutan pembangunan infrastruktur. Ke depan, pihaknya akan terus mengusulkan penambahan titik penerangan baik melalui pemerintah provinsi maupun pusat.
“Tantangan semakin besar, sementara kemampuan anggaran terbatas. Namun masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman,” tegas mantan Kalaksa BPBD Bondowoso tersebut.
Sigit juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga aset penerangan yang telah terpasang. Ia mengingatkan agar area sekitar lampu tidak digunakan untuk parkir liar atau aktivitas lain yang dapat mengganggu fungsi navigasi.
“Lampu ini menggunakan solar cell, menyala otomatis di malam hari. Nilainya mahal dan sangat penting untuk keselamatan. Jangan sampai dirusak atau disalahgunakan,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Imadudin Muhammad |