https://bondowoso.times.co.id/
Berita

TPID Bondowoso Mulai Antisipasi Kenaikan Harga Menjelang Ramadan 2026

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:31
TPID Bondowoso Mulai Antisipasi Kenaikan Harga Menjelang Ramadan 2026 TPID yang terdiri dari Pemkab Bondowoso, Bank Indonesia (BI) Jember, Bulog, kepolisian, dinas terkait dan sejumlah pihak saat menggelar rapat tingkat tinggi (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMES BONDOWOSO, BONDOWOSO – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bondowoso mulai membahas langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga, khususnya menjelang Ramadan 1447 H atau Bulan Puasa 2026.

TPID yang terdiri dari Pemkab Bondowoso, Bank Indonesia (BI) Jember, Bulog, kepolisian, dinas terkait dan sejumlah pihak terkait menggelar High Level Meeting (HML) di Ruang Sabhabina I Kantor Pemkab setempat, Selasa (20/1/2026). 

Selain membahas ekonomi Bondowoso secara general. Salah satu yang dibahas adalah stabilisasi harga menjelang Ramadan. Hal itu bukan tanpa alasan, karena di momen Bulan Puasa permintaan pasti meningkat. 

Kemudian ditambah cuaca alam tak menentu yang menyebabkan bencana alam. Kondisi itu bisa mengakibatkan keterlambatan distribusi barang dan kenaikan harga. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. Fathur Rozi dalam paparannya menjelaskan, untuk mengendalikan inflasi harus kerja sama semua lini, bukan hanya an sich pemerintah daerah. 

“Ini kan rapat tingkat tinggi, yang terpenting tindak lanjut setelah rapat ini. Tindak lanjut di bawah, itu yang penting,” katanya. 

Menurutnya, menjelang Ramadan ini permintaan biasanya meningkat. Oleh karena itu kata dia, perlu ada strategi untuk mengendalikan inflasi dan memastikan harga tetap stabil. 

Sekda kemudian memaparkan empat langkah untuk mengendalikan inflasi dengan konsep 4K. Pertama keterjangkauan harga, dimana harga kebutuhan harus tetap terjangkau sehingga daya beli masyarakat tetap stabil. 

Selanjutnya kata dia, adalah ketersediaan pasokan. Menurutnya, saat permintaan naik maka pasokan juga harus terpenuhi. 

Kemudian ketiga adalah Kelancaran Distribusi. Menurutnya, distribusi barang harus lancar. Apalagi sebentar lagi akan dibuka exit tol di Situbondo. 

“Ini juga tugas BSBK (Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi) untuk memastikan setiap akses jalan lancar. Kemudian yang terakhir adalah Komunikasi Efektif,” pungkasnya. 

Di lain sisi BI Jember mencatat, lapangan usaha di Kabupaten Bondowoso didominasi sektor pertanian yang memberikan kontribusi berar pada postur ekonomi Bondowoso. 

“Namun curah hujan bisa mempengaruhi hasil atau produktivitas pertanian dan perkebunan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jember, Iqbal Reza Nugraha. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih menjelaskan, akan bekerja sama dengan Bulog dan instansi terkait lainnya untuk melakukan mitigasi agar inflasi bisa terkendali, termasuk lonjakan harga saat Ramadan. 

“Kami juga akan melakukan stabilisasi harga dengan gerakan pangan murah, pasar murah dan sebagainya,” ucapnya singkat. (*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bondowoso just now

Welcome to TIMES Bondowoso

TIMES Bondowoso is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.