https://bondowoso.times.co.id/
Berita

Swasembada Jagung Makin Kuat, Bapanas Pastikan Stok CJP Capai 45 Ribu Ton Tanpa Impor

Jumat, 09 Januari 2026 - 05:58
Stabilkan Harga dan Dukung Peternak 2026, Bapanas Siapkan Penyaluran SPHP Jagung 500 Ribu Ton Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (FOTO: TIMES Indonesia)

TIMES BONDOWOSO, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan akan menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebanyak 500 ribu ton sepanjang tahun 2026. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga, melindungi petani, memperkuat pasokan pakan, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk SPHP jagung pakan di 2026 ini, Bapanas tengah mempersiapkannya. Targetnya selama setahun ditetapkan sebanyak 500 ribu ton,” kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara Panen Raya Jagung di Bekasi, Kamis (8/1/2026).

Sasaran utama program ini adalah peternak ayam layer (petelur) skala mikro, kecil, dan menengah, karena tingkat kebutuhan jagung pakan mereka sangat tinggi, mencapai 91% dari total pakan. Sepanjang 2025, serapan jagung dalam negeri melalui Bulog telah mencapai 101 ribu ton, dengan 51,2 ribu ton di antaranya telah disalurkan kepada 3.578 peternak di 17 provinsi.

Amran menegaskan bahwa stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) awal Januari 2026 berada di angka 45 ribu ton, yang sepenuhnya bersumber dari produksi dalam negeri. “Pemerintah telah memutuskan tidak ada impor untuk jagung pakan, benih, dan rumah tangga pada 2026,” tegasnya. Ia mendorong Bulog untuk proaktif menambah stok dari produksi lokal.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meminta jajarannya proaktif menyerap hasil panen jagung yang dikelola oleh jajaran Polri di seluruh Indonesia. “Saya harapkan teman-teman Bulog proaktif menjemput bola, jangan sampai menunggu. Kalau perlu, pendampingan terus sampai dengan panen selesai,” pesannya.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Polri telah memaksimalkan lahan seluas 1,3 juta hektare untuk mendukung swasembada jagung.

Panen raya serentak ini membuka rangkaian panen di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi produksi total 743.522 ton. “Alhamdulillah, kami berusaha mencari lahan yang bisa ditanam dan kami mendapatkan kurang lebih 1.300.000 hektare,” ujar Listyo. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bondowoso just now

Welcome to TIMES Bondowoso

TIMES Bondowoso is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.