https://bondowoso.times.co.id/
Berita

UIN KHAS Jember Gaungkan Ekoteologi Islam, hingga MoU dengan Maqasid Institute AS

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 19:03
UIN KHAS Jember Gaungkan Ekoteologi Islam, hingga MoU dengan Maqasid Institute AS Fakultas Syariah UIN KHAS Jember melakukan MoU dengan Maqasid Institute AS (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMES BONDOWOSO, BONDOWOSO – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menegaskan komitmennya terhadap isu lingkungan global, dengan menggelar 2nd Annual International Conference on Sharia and Human Rights (AICOSHUM) bertema Islamic Law and Environmental Ethics: Cultivating Eco-Maqasid on Humanity and Nature.

Konferensi internasional yang digelar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember pada Kamis (28/8/2025) kemarin tak sekadar forum diskusi akademik, tetapi juga dilengkapi kuliah tamu, intensive short course on maqasid methodology, hingga ditindaklanjuti dengan peluncuran Pusat Studi Maqasid Syariah.

Sejumlah tokoh dan pakar internasional hadir, antara lain Professor Jasser Auda (Founder of Maqasid Institute), Dr. Zain Barzinji (President of Maqasid Institute, Amerika Serikat), Dr. Aly Abdel Moniem (Executive Director Maqasid Institute), Dr. Addiarrahman (Deputy Executive Director Maqasid Institute Indonesia), Zaimatus Sa’diyah (peneliti eco-feminism, Radboud University Belanda), serta Dr. Martoyo, M.H. (Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember).

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni Zain, menyebut konferensi tersebut sebagai langkah strategis kampus dalam merespons problem global.

“Ini menunjukkan bahwa UIN KHAS Jember concern pada isu-isu global yang menyangkut masa depan peradaban. Semoga konferensi ini menghasilkan rekomendasi penting bagi dunia akademik dan masyarakat luas,” tegasnya.

Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Wildani Hefni menegaskan, bahwa isu lingkungan tidak bisa dilepaskan dari aspek spiritual.

“Tema eko-maqasid dipilih karena kami percaya bahwa tantangan lingkungan hidup tidak bisa dilepaskan dari dimensi spiritualitas manusia. Menjaga bumi adalah bagian dari ibadah sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Dr. Addiarrahman menekankan pentingnya tazkiyah atau penyucian jiwa sebagai fondasi kesadaran ekologi.

“Perbaikan lingkungan sejatinya bermula dari perbaikan jiwa. Karena itu, tazkiyah adalah pintu masuk menuju ekoteologi yang berkeadilan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember resmi meluncurkan Pusat Studi Maqasid Syariah yang akan fokus pada penelitian, kajian, dan pengembangan keilmuan berbasis maqasid.

Direktur Pusat Studi, Fathorrahman, menegaskan peran pusat ini bukan sekadar teoritis.

“Pusat studi maqasid syariah diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan zaman. Maqasid harus hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan problem kemanusiaan dan ekologi,” jelasnya.

Momentum ini diperkuat dengan penandatanganan MoU antara Fakultas Syariah UIN KHAS Jember dan Maqasid Institute Amerika Serikat, yang ditandatangani langsung oleh Dr. Zain Barzinji.

Dekan Wildani Hefni menyebut kerja sama ini sebagai pijakan penting. Menurutnya, MoU ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi pintu awal bagi kolaborasi riset, publikasi, serta pengabdian masyarakat yang berbasis maqasid. 

“Harapan kami, pusat studi ini bisa menjadi pionir dalam menjawab tantangan kontemporer, terutama terkait isu ekoteologi dan kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bondowoso just now

Welcome to TIMES Bondowoso

TIMES Bondowoso is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.