69 Dapur SPPG Aktif di Bondowoso, Serap  3.100 Tenaga Kerja untuk Program MBG
Persiapan operasional salah satu dapur di Kabupaten Bondowoso. Tampak Koordinator SPPG Kabupaten melakukan pengecekan (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

69 Dapur SPPG Aktif di Bondowoso, Serap 3.100 Tenaga Kerja untuk Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan perkembangan signifikan.

TIMES Bondowoso,Rabu 8 April 2026, 16:47 WIB
732
M
Moh Bahri

BONDOWOSOProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal April 2026, sebanyak 69 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi bagi masyarakat.

Koordinator SPPG Bondowoso, Mila Afriana Agustina mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 75 dapur yang telah rampung dibangun di berbagai wilayah. Namun, enam dapur lainnya masih belum difungsikan karena menunggu ketersediaan anggaran operasional.

“Dari total yang sudah selesai, saat ini 69 dapur sudah berjalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).

Tak hanya memperluas jangkauan layanan gizi, keberadaan dapur-dapur ini juga berdampak besar pada penyerapan tenaga kerja. Tercatat sekitar 3.100 orang telah terlibat sebagai relawan maupun pekerja di berbagai dapur SPPG yang tersebar di Bondowoso.

“Salah satu dapur terbaru yang segera beroperasi adalah SPPG Kademangan 3, yang berlokasi di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Dapur ini menjadi contoh tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam program tersebut,” katanya. 

Owner SPPG Kademangan 3, Ali Hasan Mun’im, menyebutkan bahwa jumlah pendaftar mencapai 1.283 orang. Mereka mendaftar untuk berbagai posisi, mulai dari tim persiapan, pengolahan makanan, pemorsian, kebersihan, hingga sopir dan petugas keamanan.

“Antusiasmenya sangat tinggi. Tapi tentu kami seleksi sesuai kebutuhan dan kualifikasi,” katanya.

Beberapa posisi memang mensyaratkan keahlian khusus, seperti sopir yang wajib memiliki SIM A, serta tenaga profesional seperti ahli gizi, akuntan, dan petugas keamanan.

Dari ribuan pendaftar tersebut, hanya sekitar 50 orang yang akhirnya diterima untuk mengisi kebutuhan operasional dapur. Sementara itu, posisi kepala SPPG ditentukan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Ali juga memastikan seluruh pekerja mendapatkan jaminan perlindungan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, yang iurannya dibayarkan langsung oleh BGN.

“Semua pekerja wajib terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, pembayarannya difasilitasi melalui virtual account oleh BGN,” jelasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.