Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso, Ini Komitmen Dr Moh Syaeful Bahar
Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso terpilih periode 2026-2031, Dr Moh Syaeful Bahar, menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.
Bondowoso – Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso terpilih periode 2026-2031, Dr Moh Syaeful Bahar, menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. Ia dipilih dalam konferensi yang berlangsung di Ponpes Nurul Ulum Tapen, Minggu (31/5/2026).
Salah satu program yang menjadi prioritas adalah penyusunan kebijakan dan program kerja berbasis pendekatan saintifik agar lebih terukur, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan riil warga nahdliyin.
Bahar menegaskan, arah kepemimpinannya akan tetap berpijak pada nilai-nilai dasar NU yang selama ini menjadi pedoman organisasi. Menurutnya, NU memiliki tradisi kuat dalam menjaga warisan ulama sekaligus terbuka terhadap berbagai inovasi yang membawa manfaat bagi umat.
"NU memiliki prinsip menjaga tradisi yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik. Prinsip ini yang akan menjadi pijakan dalam menjalankan organisasi ke depan," ujarnya.
Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menjelaskan, pengurus baru akan berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki NU melalui berbagai pendekatan modern tanpa meninggalkan karakter ke-NU-an.
Salah satunya dilakukan dengan menerapkan metode saintifik dalam setiap tahapan penyusunan program kerja. Pendekatan ini dinilai penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi organisasi.
"Kami ingin setiap program diawali dengan pemetaan yang jelas. Potensi NU harus dibaca secara utuh, begitu juga persoalan yang dihadapi masyarakat. Dari situlah program kerja dirumuskan," katanya.
Menurut Bahar, keberadaan jamiyah NU harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, orientasi pelayanan akan menjadi ruh utama dalam setiap program yang dijalankan selama lima tahun ke depan.
Ia menilai NU tidak cukup hanya hadir dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dan ritual semata, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.
"Jamiyah ini harus berorientasi pada pelayanan kepada jamaah. NU harus hadir untuk melayani dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang nyata," tegasnya.
Selama ini, lanjut Bahar, peran NU di bidang keagamaan telah berjalan sangat baik. Namun, pihaknya ingin memperluas cakupan pelayanan, khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.
Karena itu, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan PCNU Bondowoso periode mendatang.
"Kami akan berikhtiar memperbaiki dan memperkuat pelayanan di bidang kesehatan maupun pendidikan agar manfaat NU semakin luas dirasakan masyarakat," ungkapnya.
Bahar optimistis target tersebut dapat diwujudkan mengingat NU memiliki sumber daya manusia yang sangat besar dan tersebar di berbagai bidang profesi. Tantangan yang dihadapi saat ini, menurutnya, bukan terletak pada minimnya SDM, melainkan bagaimana mengonsolidasikan potensi tersebut menjadi kekuatan bersama.
"NU memiliki SDM yang luar biasa. Tugas kita adalah mengorganisasi potensi itu menjadi kekuatan nyata yang mampu memberikan solusi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

